KPU Binjai Kenalkan SIAKBA 

Robby Hutagalung/Ist
Robby Hutagalung/Ist

Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai mengenalkan Sistem Informasi Anggota KPU Badan Adhock atau yang disebut SIAKBA.


Perkenalan aplikasi ini disampaikan pada kesempatan sosialisasi bersama organisasi dan elemen mahasiswa dengan mengangkat tema Peran Kampus Menyukseskan Pemilu 2024 di Kolam Garden, Jalan Wijaya Kesuma, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, Rabu (26/10). 

"Penerimaan Badan Adhock untuk PPK dan PPS dibuka pada November 2022 mendatang. Nah sekarang ini, bagi teman-teman pelamar tidak lagi mendaftar dengan membawa berkas ke Kantor KPU Binjai. Tapi melainkan, melalui aplikasi," ujar Komisioner KPU Binjai, Robby Effendi. 

Robby menjelaskan, pelamar dapat melakukan pendaftaran pada 15 dan 16 November 2022. Pelamar yang ingin mendaftar dapat mengakses siakba.kpu.go.id.

"Mendaftar melalui website itu dengan membuat akun dan diminta email pelamar. Kemudian ikuti langkah selanjutnya, buat password dan akan masuk itu balasannya di email pelamar," beber Robby. 

Dia memastikan, pelamar yang mendaftar melalui SIAKBA tidak rumit. Pelamar tinggal mengikuti prosesnya yang telah tertera. 

"Nanti surat lamaran dan berkas persyaratan dan sebagainya, tinggal upload. Tidak rumit," kata Robby.  

Untuk Siakba ini akan disosialisasikan lebih detil dan luas kepada publik dalam waktu dekat ini. "KPU Binjai akan segera sosialisasi minggu pertama November," jelas Robby.

Sosialisasi kali ini menghadirkan narasumber dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Hatta Ridho serta Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ishlahiyah Binjai, Junaidi. "Harapannya dalam sosialisasi ini, adik-adik mahasiswa dapat menyampaikan informasi yang diperoleh kepada keluarga, teman, sahabat dan masyarakat luas," kata Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi saat membuka sosialisasi. 

Sementara, Dekan FISIP USU, Hatta Ridho menjelaskan sejumlah yang berkaitan dengan pemilu dan peran kampus dalam menyukseskan pesta demokrasi yang digelar 5 tahun sekali ini. Dia bilang, pemilu merupakan indikator demokrasi. 

"Tidak ada demokrasi tanpa pemilu. Pentingnya pemilu dan demokrasi adalah memberi kesempatan untuk menggunakan hak politik yang terbagi 2, pasif dan aktif," kata Hatta. 

"Pasif adalah hak dipilih dan aktif adalah hak memilih. Kemudian pentingnya pemilu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempertahankan kedaulatan rakyat serta tegaknya negara," sambung dia. 

Tak lupa, ada partisipasi politik dan partisipasi masyarakat yang menjadi materi sosialisasi oleh Hatta. Juga peran kampus, mahasiswa harus menjadi sosial kontrol dan pengawas agar tidak mencederai demokrasi. 

Narasumber lain, Junaidi menilai, peran kampus dalam menyukseskan pemilu dengan menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat untuk melakukan riset dan survei dengan peserta yang berasal dari agen perubahan atau sebutan untuk mahasiswa. "Kampus dapat dijadikan wilayah survei yang berkaitan pemilu," tukasnya. 

Akhir sosialisasi, mahasiswa yang menjadi peserta juga melakukan tanya jawab kepada narasumber yang menjadi pemateri.