Korneles Galanjinjinay: Semoga Joko Widodo Tidak Setuju Politik Kotor Moeldoko

Korneles Galanjinjinay/Net
Korneles Galanjinjinay/Net

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang yang menghasilkan nama Moeldoko sebagai ketua umum masih menuai kritikan dari kalangan aktivis.


Mantan Ketua Umum Gekaran Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Galanjinjinay menilai manuver Moeldoko tersebut sebagai gerakan yang kotor dalam demokrasi.

"Gerakan pengkudetaan ini adalah praktik permainan kotor, harus nya contoh seperti ini sudah kita tinggalkan dan tidak boleh dicontohkan kepada anak muda terlebih gerakan Moeldoko sangat sarat kepentingan dari eksternal partai Demokrat. Kalau pemerintah diam dalam hal ini rakyat bisa menebak bahwa Pak Moeldoko mendapat restu dari istana, kata Korneles kepada awak media, Minggu (7/3).

Korneles yang juga salah seorang deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menambahkan, pengambilalihan pimpinan Partai Demokrat oleh Moeldoko tidak seharusnya terjadi. Karena Moeldoko adalah pejabat istana dan juga bukan bagian internal partai. Hal ini berbeda dengan yang pernah terjadi di PKB dan PDI Perjuangan.

"Tentu hal ini penting bagi kehidupan demokrasi Dan politik negara, saya melihat ada kekuatan pemerintah yang bisa membredel partai partai, Sangat tidak etis dan tidak elok apabila seorang Pejabat lingkaran satu istana mengambil alih partai orang lain, apalagi sejak awal Moeldoko tegas menyatakan tidak terlibat kudeta Demokrat, tapi ujungnya menerima menjadi Ketum versi KLB Sumut, ini namanya pembohongan publik, Pejabat negara tidak boleh seperti ini." tegas korneles. 

Lebih lanjut dikatakannya, Presiden Joko Widodo harus menindak Moeldoko. Sebab, aksinya tersebut membuat istana disebut-sebut terlibat dalam aksi ini.

"Publik pasti menduga bahwa manuver Moeldoko ini atas persetujuan Jokowi, bagaimana tidak Moeldoko adalah orang yang paling dekat dengan Jokowi, sebagai anak buah Jokowi, Moeldoko pasti lapor ke bosnya, kalau benar ini terjadi, maka tindakan moeldoko sangat fatal mencederai demokrasi dan mencoreng wibawa istana, semoga Pak Jokowi tidak setuju tindakan politik kotor Moeldoko," pungkasnya.