Koordinasi Restorasi Dan Rehabilitasi Mangrove, Kepala BRGM Roadshow Ke Sumut, Riau Dan Kepri  

Kepala BRGM bersama dengan Kelompok Masyarakat Pembibitan Mangrove di Desa Alur Cempedak,   Pangkalan Susu, Sumatera Utara/Ist
Kepala BRGM bersama dengan Kelompok Masyarakat Pembibitan Mangrove di Desa Alur Cempedak,  Pangkalan Susu, Sumatera Utara/Ist

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM RI) melakukan roadshow ke Sumatera Utara, Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, Kamis (22/4/2021).


Roadshow yang langsung dipimpin oleh Kepala BRGM RI Ir Hartono pada tiga provinsi ini dilakuakan untuk mensosialisasikan program restorasi gambut dan rehabilitasi Mangrove tahun 2021-2024 kepada seluruh pihak terkait pada daerah masing-masing.

"Kami memandang perlu untuk lebih mempererat jalinan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar target restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove bisa tercapai," kata Hartono kepada wartawan.

Selain menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, BRGM juga akan menggandeng berbagai pihak seperti LSM, perguruan tinggi hingga kalangan-kalangan perusahaan sebagai mitra strategis. Hal ini agar kinerja BRGM sesuai Perpres Nomor 120 Tahun 2021 tentang pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove, BRGM bertugas memfasilitasi percepatan restorasi gambut dan rehabiltasi mangrove dapat dilakukan dengan maksimal.

"Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian terkait, pemerintah daerah dan para mitra seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, perguruan tinggi dan perusahaan," ujarnya.

Bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BRGM melakukan rehabilitasi mangrove di 9 provinsi, yakni Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat. 

“Rehabilitasi mangrove tahun ini akan dilakukan pada areal sekitar 83 ribu hektar. Kami akan lakukan secara bertahap. Lokasi-lokasi diidentifikasi di lapangan bersama dengan BPDAS-RH. Demikian pula kami lakukan identifikasi kelompok masyarakat yang akan terlibat," sebutnya.

Pelaksanaan rehabilitasi mangrove dijalankan dengan metode padat karya. Ini menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama pada pada pandemi Covid-19 ini.

“Bagi kami, bekerja dengan masyarakat secara langsung di tapak bukan hal baru. Pada pelaksanaan restorasi gambut periode sebelumnya, pendekatan inilah yang kami kedepankan,” tambah Hartono. 

Kegiatan padat karya penanaman mangrove di 9 provinsi tahun ini diperkirakan akan melibatkan 203.500 orang warga. Anggaran rehabilitasi keseluruhan sekitar Rp. 1,5 Triliun dan sebagian besarnya digunakan untuk pembibitan dan penanaman dengan tenaga kerja berasal dari masyarakat desa.

Pada roadshow ini, rombongan BRGM juga akan melakukan penanaman mangrove Bersama masyarakat di beberapa lokasi. Hal ini menandakan kesiapan pelaksanaan rehabilitasi secara nyata.