KLB Sibolangit Membuat Nama Herri Zulkarnain Jadi Tak Layak Masuk Bursa Ketua Demokrat Sumut

Herri Zulkarnain berfoto bersama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono/Ist
Herri Zulkarnain berfoto bersama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono/Ist

Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit memberikan gambaran yang gamblang mengenai kinerja yang tidak maksimal pengurus DPD Partai Demokrat Sumatera Utara dibawah komando Herri Zulkarnain.


Hal ini jugalah yang membuat nama Herri Zulkarnain dinilai tidak layak masuk bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.

"Terselenggaranya KLB itu membuktikan bahwa kader Demokrat di Sumut tidak solid dibawah kepemimpinan beliau," kata Sekjen DPN Bintang Muda Indonesia (BMI) Gomgom J Sihombing kepada RMOLSumut, belum lama ini.

Gomgom menjelaskan, Sumatera Utara merupakan provinsi yang sangat unik karena keberagaman yang ada. Faktor ini jugalah yang membuat sosok calon pemimpin partai politik di Sumatera Utara harus memiliki kemampuan untuk merangkul seluruh pihak untuk bekerjasama membesarkan Partai Demokrat.

"Butuh seorang yang punya pengalaman mulai dalam mengorganisir, merangkul semua pihak dan memiliki karisma kepemimpinan di Sumut. Tidak bisa hanya memanfaatkan nama besar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)," ujarnya.

Diketahui sejumlah nama masih terus bermunculan jelang Musda Partai Demokrat Sumatera Utara. Nama-nama tersebut diantaranya Lokot Nasution, Herri Zulkarnain, Parlinsyah Harahap, Akhyar Nasution bahkan Edy Rahmayadi. Belakangan Edy Rahmayadi menyatakan tidak berminat memimpin partai berlambang mercy tersebut.