Kita Bukan Cristiano Ronaldo

Ricky Politika Sirait, SH
Ricky Politika Sirait, SH

Dalam salah satu tayangan kartun Spongebob Squarepants, diceritakan bahwa Spongebob memakai rambut palsu yang rada aneh. Rambut yang digulung - gulung sampai menjulang tinggi.

Sikuning kotak ini mengenakan rambut tersebut dengan amat percaya diri. Meskipun ia tampak cukup aneh secara penampilan.

Namun sayangnya, banyak orang (baca : makhluk laut) yang tidak senang dengan rambutnya. Hal itu disebabkan rambut temannya sipatrick bintang laut ini kerap kali mengganggu orang lain. Misalnya, ketika Spongebob menonton film dibioskop. Saat orang sedang asyik - asyiknya nonton, tiba - tiba rambut tinggi Spongbob, pantulan bayangannya menghalangi layar bioskop, sehingga sebahagian layar tampak gelap dan menghalangi gambar film yang swdang disaksikan.Kejadian tersebut membuat pengunjung jadi jengkel dan marah - marah.

Berangkat dari respon kurang positif banyak orang terhadap rambutnya tersebut, iapun memutuskan untuk tidak menggunakan rambutnya lagi. Sampai kemudian, diatas sebuah jurang, dirinya memutuskan untuk membuang rambut tadi. Pria yang berprofesi sebagai koki disebuah restoran hamburger inipun adi putus asa.

Iapun membuangnya kebawah jurang, dan rambut itupun dihembus oleh angin kencang kemudian melayang - layang. Tapi, entah bagaimana, saat rambut tadi melayang - layang diudara, secara tiba - tiba ada orang (seekor ikan) yang tak sengaja melintas, tepat dibawah jurang.

Orang yang melintas ini ternyata adalah salah seorang personil grub band anak muda yang cukup terkenal. Pada saat itu, kebetulan sianak band ini sedang menghadapi permasalahan dirambutnya. Sehingga dia kemudian mendapatkan kritikan dan peringatan oleh manajemen bandnya, untuk menyelesaikan urusan rambutnya.

Alasannya, band ini tidak mau kehilangan penggemar, karena salah satu personilnya punya masalah dalam style rambut.

Sampai kemudian secara kebetulan, rambut Spongebob yang melayang - layang tadi, turun perlahan - lahan kebawah jurang. Dan ajaibnya, rambut tersebut jatuh tepat persis diatas kepala anak band tadi. Hingga akhirnya, sianak band tersebut merasa senang dan sekaligus amat terkejut karena mendapatkan rambut baru yang tak diduga - duga sebelumnya. Akhirnya terjawablah permasalahan rambutnya selama ini.

Lantas, bagaimana dengan kondisi Spongebob tadi? Saat dirinya meratapi rambut kesayangannya yang dibuangnya tersebut, tak berapa lama berselang, ia berjalan dijalan kota dengan wajah murung tak bergairah.

Ketika ia berjalan, ia melihat ada sesuatu yang aneh dan tak biasa dari orang - orang yang dia lihat disepanjang jalan. Ternyata, rambut orang - orang yang dilihatnya, persis seperti rambut palsu yang digunakannya dulu, yang telah dibuangnya kebawah jurang.

Ia merasa orang - orang telah menghianatinya. Iapun kecewa. Dulu, dia dimusuhi karena menggunakan rambut palsu seperti itu. Tetapi sekarang, orang - orang justru ramai - ramai menggunakan gaya rambutnya tadi. 

Spongebobpun akhirnya mendapatkan jawaban dari salah seorang yang dahulu pernah tak menyenangi rambutnya. Orang ini mengatakan bahwa mengapa mereka menggunakan rambut tersebut, karena mereka mengikuti trend yang berkembang. Ya, gaya rambut itu mereka ikuti dari gaya rambut grub band yang sedang naik daun.

Spongebob tak menyadari bahwa rambut palsunya yang dibuangnya ditepi jurang dahulu, secara tak sengaja jatuh dikepala salah satu anggota band musik terkenal yang punya masalah pada rambutnya diatas. Dan karena yang menggunakannya adalah seorang publik figur, jadinya model gaya rambut itu menjadi trend center. Sehingga pengaruhnya begitu besar diikuti orang lain.

Kejadian yang hampir serupa tapi tak sama dan dalam frame yang berbeda, juga baru - baru ini terjadi dialam nyata. Bukan kartun. Kali ini terjadi dipiala UERO 2020 yang saat ini sedang berlangsung.

Cristiano Ronaldo, mega bintang asal Portugal yang ikut bersama timnya dalam kontestasi kejuaraan sepak bola antar negara Eropa tersebut, membuat sebuah aksi yang menghebohkan. Mantan pemain Real Madrid ini, saat sesi konfrensi pers, menggeser (menyingkirkan) botol minuman bersoda, Coca- Cola, dan kemudian memposisikan botol minuman air mineral tepat didepannya. Secara gestur, sebagian publik yang menyaksikan perilaku pemain penyabet 5 ( lima) kali Ballon D' Or itu sebagai bentuk anti minuman bersoda, atau bisa juga diartikan menolak Coca - Cola secara khusus. Kita tahu mantan anak asuh Sir Alex Ferguson itu memang menghindari minuman bersoda. Sebagai sebuah pantangan sebagai atlet.

Bahkan, tak sampai disitu saja. Apa yang diperbuat oleh Ronaldo membangun asumsi tersendiri dimasyarakat dunia, bahwa tingkahnya menggeser botol Coca - Cola adalah sebagai bentuk simbolisasi sikap menentang perusahaan minuman ringan ini, yang disinyalir selama ini ada hubungannya dengan negara Israel. Publik banyak mengetahui bahwa pemain yang masih merumput di klub Juventus Italia ini, pendukung negara Palestina yang saat ini diduki oleh Israel.

Konskuensi dari aksi pemain yang pernah datang keindonesia itu ternyata berbuntut panjang. Dilansir oleh Marca, setelah kejadian ini, saham Coca - Cola Company (KO) dilantai bursa justru anjlok, yang tadinya bernilai 56.10 dolar Amerika Serikat per lembarnya, menjadi 55.20 dolar. Nilai perusahaannya turun dari 242 miliar dolar atau Rp 3,44 kuadriliun, menjadi 238 miliar dolar atau Rp 3,38 kuadriliun.

Hingga Selasa (15/6) pagi waktu setempat, saham Coca-Cola di New York Stock Exchange (NYSE) masih mandek di kisaran 55.23-55.25 dolar. Ini membuat mereka rugi.

Pelajaran Penting

Dari film kartun Spongbob dan aksi Cristiano Ronaldo diatas memberikan gambaran besar kepada kita, bahwa pengaruh orang - orang besar terhadap suatu hal yang dipakai atau yang dilakukannya bisa juga ikut - ikutan menjadi besar atau bernilai.

Nyatanya, bukan kecil atau besarnya yang dilakukan, diperbuat, atau yang dikenakan. Tetapi tergantung siapa yang memakai atau yang melakukannya. Yang besar jadi kecil dan yang kecil bisa menjadi besar.

Mungkin sikap yang dilakukan seperti Cristiano Ronaldo diatas biasa - biasa saja, jika yang melakukan itu adalah orang biasa pula. Tidak begitu berdampak kepada perusahaan Cola ini. Akan tetapi, masalahnya akan menjadi lain jika nama besar seperti Ronaldo yang membuatnya.

Untuk itu pengaruh dari nama besar sangat penting dalam hidup ini. Dengan nama besar tentu bisa membangun yang namanya 'image'.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari kasus diatas? Yang dapat kita ambil pelajaran dari hal diatas adalah bahwa kita mesti membangan nama besar. Jika kita tak mampu membangun nama besar (katakanlah seperti Cristiano Ronaldo) yang dapat melahirkan pengaruh. Minimal kita bisa membangun yang namanya 'nama baik'. 

Sebab, dengan kita membangun nama baik ditengah - tengah kehidupan ini, setidaknya, kita bisa berpengaruh baik bagi perjalanan hidup kita sendiri. Karena kita bukan Cristiano Ronaldo.***

Penulis adalah Advokat, Pengacara dan Konsultan Hukum