Khalid Zabidi: Golkar Bangun Poros Pilpres Tanpa PDIP dan Gerindra

 Aktivis 1998 Khalid Zabidi/Net
Aktivis 1998 Khalid Zabidi/Net

Peta politik koalisi Pilpres 2024 usai Idulfitri tahun ini mulai bermunculan. Utamanya bagi Partai Golkar yang langsung bergerak setelah adanya pertemuan elite Partai Gerindra dengan PDI Perjuangan.


Begitu analisis aktivis 1998 Khalid Zabidi, menanggapi silaturahmi politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis kemarin (12/5/2022).

Khalid mengamati, baik posisi maupun manuver politik Golkar dan Airlangga tak bisa dianggap remeh. Karena, terhitung sudah 3 kali Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini didatangi dan mendatangi elite parpol lainnya.

Dalam catatannya, pada 10 Maret 2022 pertama kali Airlangga dan jajaran pengurus pusat Golkar bertamu ke kantor Partai Nasdem melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Menyusul setelah itu, tepatnya pada 7 Mei 2022 Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sowan ke kediaman Airlangga Hartarto dalam rangka silahturahmi Idulfitri 1443 H,"  ujar Khalid kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/5).

Adapun pertemuan kemarin, Khalid menilai kedatangan Suharso dan Zulhas ke kediaman Airlangga sebagai penguatan Golkar menjadi induk poros koalisi Pilpres 2024.

"Airlangga Hartarto mulai membangun komunikasi politik riil dengan para capres dan ketua umum partai politik, Nasdem, Demokrat, PAN, PPP, yang memungkinkan terbentuknya poros politik baru," tuturnya.

Satu hal yang membuat Khalid yakin Golkar akan membentuk poros sendiri, yaitu ketika melihat kedekatan yang semakin erat antara elite Partai Gerindra dan PDIP.

Terkhusus menurutnya, terlihat ketika momen lebaran kemarin. Prabowo harus lalu lalang dari Jakarta ke Yogyakarta menemui Presiden Joko Widodo, kemudian kembali lagi ke Jakarta hanya untuk sowan lebaran kepada Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, hingga elite PDIP.

Bahkan setelah itu, Prabowo kembali melakukan safari politik ke wilayah Jawa Timur untuk bertemu kepala daerah di sana, Khofifah Indar Parawansa, dan mengunjungi beberapa ulama, pondok pesnatren, hingga berziarah ke makam Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Prabowo dan Megawati nampaknya membangun poros politik terlebih dahulu sehingga tidak ada pilihan lain buat Golkar, Airlangga Hartarto menyambutnya dengan membangun komunikasi koalisi partai politik baru dan tampaknya tanpa PDIP dan Gerindra," tandas Khalid yang juga Ketua Dewan Pembina Relawan Muda Airlangga (RMA).