Ketua DPD GMNI Sumut: Penyatuan KNPI Sesuatu Yang Kita Rindukan

Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Paulus Gulo/RMOLSumut
Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Paulus Gulo/RMOLSumut

Wacana menyatukan kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendapat apresiasi dari kalangan aktivis di Sumatera Utara.


Penyatuan kepengurusan induk organisasi kepemudaan yang selama ini terpecah menjadi tiga versi menurut mereka menjadi hal yang sangat dirindukan sebab organisasi kepemudaan sejak awal merupakan landasan semangat pemersatu bangsa.

"Kita apresiasi meskipun itu masih wacana di tingkat pusat dan belum sampai ke daerah," kata Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Ketua DPD GMNI Sumut Paulus Gulo, Rabu (10/3).

Paulus mengatakan penyatuan kepengurusan tiga versi KNPI ini merupakan hal yang tidak mudah jika tidak didukung dengan semangat kebersamaan hingga ke tingkat daerah. Karena itu, konsolidasi sampai ke basis-basis di tingkat kabupaten/kota juga harus segera dilakukan sembari penyatuan berjalan di tingkat pusat.

"Tiga ketua ini harus bisa konsolidasi, melakukan pendekatan lewat kegiatan bersama yang melibatkan unsur dari 3 versi," ujarnya.

Paulus tidak membantah, jika ego masing-masing pihak akan menjadi hal yang berpotensi membuat upaya penyatuan ini akan sulit hingga ke akar rumput. Karena itu, ia menyarankan agar porsi masing-masing tetap diperhatikan ketika penyatuan ini sudah dilakukan.

"Artinya tidak ada yang ditinggalkan, dalam kepengurusan juga begitu nantinya. Karena kita tidak bisa memungkiri masing-masing punya ego," sebutnya.

Atas alasan ini juga Paulus masih menolak menyebutkan sosok yang dinilai tepat untuk memimpin KNPI Sumut setelah nantinya menjadi satu versi. Ia yakin masing-masing sosok yang menjabat Ketua DPD KNPI Sumut dari tiga versi yang ada merupakan sosok-sosok yang mumpuni untuk memimpin.

"Kalau langsung kita arahkan kepada seseorang, ini justru akan menyulitkan penyatuan itu sendiri. Tapi saya yakin, masing-masing ketua-ketua ini bisa menyelesaikan ini lewat secangkir kopi," demikian Paulus Gulo.