Kerugian Uang Rakyat Dianggap Hal Sepele, Pengamat: Aparat Hukum Perlu Periksa Kadiskominfo Sumut

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar/RMOLSumut
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar/RMOLSumut

Pernyataan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara, Irman Oemar terkait kerugian anggaran dalam pengumuman seleksi calon Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara memicu kritikan dari kalangan masyarakat.


Menurut mereka pernyataan Irman di media yang menyebut kerugiannya tidak menjadi masalah dan ia mampu mengembalikan dananya secara pribadi disebut sebagai bentuk arogansi dan sikap sepele terhadap uang rakyat.

Pengamat hukum dan kebijakan pemerintah, Pandapotan Tamba mengatakan pernyataannya tersebut sangat melukai perasaan warga. 

"Terlepas dari besar atau tidaknya kerugian yang terjadi, namun itu kan uang rakyat. Kalau dia menyebut kerugian akibat ulahnya yang melanggar aturan sebagai hal yang tidak menjadi masalah, ini kan melukai perasaan masyarakat yang dalam situasi sulit akibat pandemi covid-19 seperti sekarang ini," kata Pandapotan Tamba kepada RMOLSumut, Senin (5/7/2021).

Pada sisi lain kata mantan Komisioner KPU Medan ini, sikap tersebut dapat menjadi indikasi bahwa selama menjabat sebagai Kepala Dinas, Irman Oemar sangat sepele atas penggunaan anggaran yang ada.

"Sikap ini tentu bisa menjadi pintu masuk bagi instansi terkait maupun aparat penegak hukum untuk melakukan audit penggunaan dana di Diskominfo Sumut. Jangan-jangan hal seperti ini sudah berulang terjadi di sana namun tidak terekspos. Menurut saya perlu juga ada audit menyeluruh anggaran di Diskominfo Sumut itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Irman Oemar menganggap enteng dana mubazir akibat pengumuman seleksi calon Komisi Informasi Sumut yang melanggar aturan yang dilakukannya. 

Ditemui usai menerima 'piagam penghargaan sebagai peringkat kedua menyampaikan laporan keuangan tahun anggaran 2020', Irman Oemar mengaku anggaran mubazir tersebut tidak menjadi masalah.

"Sampai sekarang nggak ada masalah, kalau nanti dianggap jadi masalah kita ganti," katanya kepada RMOLSumut, Jumat (2/7/2021).

Irman mengklaim, proses penggunaan anggaran di Dinas Kominfo Sumut sangat transparan dan akuntabel.

Penghargaan sebagai peringkat kedua menyampaikan laporan keuangan tahun anggaran 2020 bahkan diklaimnya sebagai bukti kinerjanya meskipun ia baru menjabat Kadis Kominfo Sumut pada akhir tahun 2020.

"Saya mendapatkan penghargaan ini sebagai bukti," ujarnya.

"Jumlahnya kecil kok. Kalau diauruh ganti ya bisa kita ganti," pungkasnya.