Kereta Api Tabrak Angkot di Medan, PT KAI: Tak Terjadi Jika Semua Patuh Aturan

Angkot yang tertabrak kereta api/ist
Angkot yang tertabrak kereta api/ist

Insiden kecelakaan yang melibatkan kereta api jurusan Binjai-Medan di perlintasan sebidang Jalan Sekip, Kelurahan Sei Agul, Kota Medan tidak akan terjadi jika semua warga patuh aturan dan rambu.


Demikian disampaikan Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I-Sumatera Bagian Utara, Mahendro Trang Bawono terkait insiden tersebut.

"Insiden kecelakaan di perlintasan kereta sebenarnya dapat dihindari dengan selalu meningkatkan kewaspadaan ketika akan melintasi perlintasan sebidang. Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Hal ini sebenarnya dapat dihindari dengan selalu meningkatkan kewaspadaan ketika akan melintasi perlintasan sebidang," kata Mahendro kepada wartawan, Sabtu (4/12/2021).

Mahendro mengatakan, pihaknya berharap pengendara kendaraan bermotor yang hendak melintasi perlintasan selalu berhati-hati dan mengutamakan/mendahulukan perjalanan kereta api. Itu sesuai dengan amanat UU No 23 Tahun 2007.

"Kalau semuanya patuh, kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tukasnya.

Sementara itu berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama Januari-Oktober 2021 terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di Sumatera Utara.

Deputy Vice President PT KAI Divre I Sumut, Zuhril Alim, mengatakan tingginya angka kecelakaan itu akibat rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

"Sebanyak 17 kecelakaan itu menyebabkan tiga orang meninggal, luka berat dua orang, dan luka ringan sebanyak sembilan orang," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan antara kereta api dan angkutan kota terjadi di perlintasan kereta api, Jalan Sekip, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sabtu (4/11/2021) siang.

Kereta Api yang bertabrakan adalah KA Sri Lelawangsa relasi Binjai-Medan dengan nomor KA U85. Sedangkan angkot yang ditabrak adalah angkot trayek 123 dengan nomor polisi BK1610UE.

Kecelakaan terjadi setelah sopir angkot diduga menerobos palang pintu perlintasan sesaat sebelum kereta api melintas. Akibatnya 5 orang penumpang angkot dikabarkan tewas dan 4 lainnya luka berat. Sementara sopir angkot berhasil selamat.