Kenang Peristiwa 1946, Masyarakat Dan Kesultanan Melayu Langkat Gelar Rangkaian Doa

Untuk mengenang tragedi revolusi sosial yang terjadi 73 tahun lalu di Sumatera Timur, masayarakat adat melayu menggelar rangkaian doa dan zikir.

Bermula dari Mesjid Azizi, tanjung Pura, Langkat pada 4 Maret lalu, acara peringatan akan dilaksanakan di beberapa tempat lain seperti Bahorok.

Menurut Tokoh Masyarakat Melayu Tengklu Fahrizal, puncak rangkaian acara akan dilakukan pada 20 Maret mendatang dengan ziarah Budaya di makam Tengku Amir Hamzah.

"Pada acara pertama yang digelar di Mesjid Azizi Tanjung Pura lalu hadir Sultan Langkat Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj beserta Tokoh Masyarakat Langkat dan Anggota DPRD Langkat," kata Tengku Fahrizal kepada RMOLSumut, Rabu (6/3).

Menurut Fahrizal acara peringatan ini penting dilakukan untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di Sumatera Timur.

"Dalam rangkaian peringatan secara singkat akan diulas tragedi pembantaian  yang menimpa wilayah kesultanan di Sumatera Timur yang dari Kota Pinang, Panai, Bilah, Kualuh, Asahan, Serdang, Deli Langkat dan kerajaan di Simalungun dan Karo," demikian Tengku Fahrizal. [hta]





Untuk mengenang tragedi revolusi sosial yang terjadi 73 tahun lalu di Sumatera Timur, masayarakat adat melayu menggelar rangkaian doa dan zikir.

Bermula dari Mesjid Azizi, tanjung Pura, Langkat pada 4 Maret lalu, acara peringatan akan dilaksanakan di beberapa tempat lain seperti Bahorok.

Menurut Tokoh Masyarakat Melayu Tengklu Fahrizal, puncak rangkaian acara akan dilakukan pada 20 Maret mendatang dengan ziarah Budaya di makam Tengku Amir Hamzah.

"Pada acara pertama yang digelar di Mesjid Azizi Tanjung Pura lalu hadir Sultan Langkat Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj beserta Tokoh Masyarakat Langkat dan Anggota DPRD Langkat," kata Tengku Fahrizal kepada RMOLSumut, Rabu (6/3).

Menurut Fahrizal acara peringatan ini penting dilakukan untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di Sumatera Timur.

"Dalam rangkaian peringatan secara singkat akan diulas tragedi pembantaian  yang menimpa wilayah kesultanan di Sumatera Timur yang dari Kota Pinang, Panai, Bilah, Kualuh, Asahan, Serdang, Deli Langkat dan kerajaan di Simalungun dan Karo," demikian Tengku Fahrizal. [hta]