Keluarga Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution kecewa setelah beredarnya video di media sosial yang menampilkan foto wajah dan makam almarhum seolah-olah diinjak. Dalam video itu, AH Nasution disebut "setan", sedangkan Kapten Pierre Tendean disebut "iblis".
Ketua Umum Yayasan Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution, Eka Trisni Edyanti, mengatakan tindakan tersebut telah melukai perasaan keluarga sekaligus tidak menghargai jasa para pahlawan bangsa.
"Kami menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas kejadian ini. Hal ini sungguh melukai hati kami sebagai keluarga, sekaligus merupakan tindakan yang tidak mencerminkan penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pahlawan bangsa," kata Eka dalam pernyataan resminya, Minggu, 8 November 2026.
Eka yang merupakan cucu pertama AH Nasution mengungkapkan, berdasarkan penelusuran keluarga, video tersebut diduga dibuat dan diunggah seorang anak berusia sekitar 9 tahun.
Karena itu, ia meminta orang tua anak tersebut bertanggung jawab dan memberikan pemahaman tentang etika serta penghormatan terhadap sejarah.
"Pendidikan budi pekerti, etika, kesopanan, dan pemahaman sejarah merupakan tanggung jawab mendasar orang tua dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa," ujarnya didampingi jajaran pengurus Yayasan Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution, antara lain Wakil Ketua I Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua II drg. Marisa Edyana N., Sekretaris Marina Edyarti N., Bendahara dr. Evita Fitria N., dan Ketua Pengawas Dr. Ucok Abdulrauf Damenta.
Eka mengatakan, hingga saat ini keluarga belum menerima klarifikasi ataupun permohonan maaf dari pihak yang bersangkutan.
Keluarga juga mendapat informasi bahwa orang tua anak tersebut diduga berprofesi sebagai aparat penegak hukum. Namun, informasi itu masih perlu diverifikasi.
"Kami berharap persoalan ini dapat disikapi dengan itikad baik dan tanggung jawab," katanya.
Meski demikian, Eka menegaskan keluarga tidak bermaksud menghakimi anak yang diduga membuat video tersebut. Namun, pihaknya akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjaga nama baik AH Nasution.
"Kami akan melakukan tindakan yang sepatutnya dilakukan, untuk menjaga nama baik seorang Pahlawan Bangsa Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara sebagai kusuma bangsa," tegasnya.
Eka menyebut penghormatan terhadap AH Nasution dan Kapten Pierre Tendean bukan semata-mata persoalan keluarga. Keduanya merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang patut dihormati. 
