Kapolri Diminta Klarifikasi Kesaksian AKP Sulman Aziz Terkait Isu Ketidaknetralan Polri

RMOLSumut. Pernyataan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz yang mengaku diperintah atasan menggalang dukungan untuk memenangkan paslon 01 Jokowi-Maruf, merupkan puncak gunung es isu ketidaknetralan Polri.

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan klarifikasi dan investigasi.

"Pak Kapolri harus mengklarifikasi dan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka ke publik," kata Andre saat dihubugi, Senin (1/4).

Rakyat Indonesia ingin Polri adalah institusi yang netral. Untuk itu, rakyat akan menunggu klarifikasi resmi dari Kapolri.

Sebab, isu ketidaknetralan ini bisa membuat rakyat hilang simpati dan tidak percaya kepada Polri.

"Polri adalah polisi yang dicintai rakyat, untuk itu Polri harus netral dan tidak boleh berpihak. Jangan sampai indikasi ketidaknetralan ini merusak kepercayaan rakyat terhadap Polri," pungkas Andre.[R]


RMOLSumut. Pernyataan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz yang mengaku diperintah atasan menggalang dukungan untuk memenangkan paslon 01 Jokowi-Maruf, merupkan puncak gunung es isu ketidaknetralan Polri.

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan klarifikasi dan investigasi.

"Pak Kapolri harus mengklarifikasi dan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka ke publik," kata Andre saat dihubugi, Senin (1/4).

Rakyat Indonesia ingin Polri adalah institusi yang netral. Untuk itu, rakyat akan menunggu klarifikasi resmi dari Kapolri.

Sebab, isu ketidaknetralan ini bisa membuat rakyat hilang simpati dan tidak percaya kepada Polri.

"Polri adalah polisi yang dicintai rakyat, untuk itu Polri harus netral dan tidak boleh berpihak. Jangan sampai indikasi ketidaknetralan ini merusak kepercayaan rakyat terhadap Polri," pungkas Andre.