Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (KAPMI) menawarkan sejumlah gagasan strategis untuk memperkuat ekonomi nasional, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta digital. Salah satu target besarnya adalah mencetak satu juta pelaku usaha hingga 2029.
Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi Badan Pengurus Pusat (BPP) KAPMI bersama Utusan Khusus Presiden RI Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital, H. Ahmad Ridha Sabana, di Wisma Mandiri 2, Kebon Sirih, Jakarta, 5 November 2026.
Dalam pertemuan tersebut, BPP KAPMI diwakili Tody Ardiansyah Prabu, S.H., selaku Wakil Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri KAPMI. Turut hadir Sekretaris Jenderal BPP KAPMI Mohammad Rozak, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Dany Laksana, serta Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital Marlina.
Tody menyampaikan, KAPMI hadir sebagai rumah besar pengusaha muda yang memiliki misi menghimpun, mengorkestrasi, dan memperkuat pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Melalui slogan Berjuang, Bergerak, Berdampak dan Berjaya, KAPMI ingin mendorong lahirnya pengusaha muda berbasis teknologi yang mampu naik kelas, menjadi local hero, serta menggerakkan perekonomian daerah hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, peran pengusaha muda sangat strategis dalam mendukung agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto, terutama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari 6 persen menuju 8 persen.
Salah satu gagasan utama yang ditawarkan KAPMI adalah pembentukan program Desa Komoditi serta penyusunan Blue Print Peta Komoditi Nusantara yang terintegrasi dengan peta jalur perdagangan nasional dan internasional.
Melalui konsep tersebut, desa diharapkan menjadi simpul produksi sekaligus pusat perdagangan berorientasi ekspor dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI), infrastruktur, dan penguatan ekosistem ekonomi lokal.
Program itu juga diharapkan bersinergi dengan koperasi desa, kampung nelayan berbasis ekspor, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga berbagai kebijakan pemerintah dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
KAPMI juga mengusulkan agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan konsulat di berbagai negara mengambil peran lebih aktif sebagai duta pemasaran produk Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk membuka akses pasar internasional, meningkatkan ekspor, dan memperbesar devisa negara.
Tody menilai Indonesia memiliki kekuatan strategis yang dapat menjadi modal utama dalam persaingan ekonomi dunia, mulai dari komoditas unggulan, produk halal, kekuatan maritim, posisi geopolitik Asia-Afrika, hingga potensi perdagangan karbon melalui pelestarian hutan tropis.
"KAPMI ingin mengambil bagian dalam mengorkestrasi kekuatan tersebut melalui kolaborasi lintas sektor, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pemain utama dalam ekonomi dunia," menjadi salah satu pesan strategis yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
Selain itu, KAPMI mendorong penguatan kewirausahaan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, terutama dalam membangun inkubator bisnis, pendidikan vokasi, dan pendampingan UMKM berbasis teknologi yang memanfaatkan bahan baku dalam negeri.
KAPMI juga menyoroti pentingnya akses pembiayaan, legalitas usaha, sertifikasi produk, digitalisasi pemasaran, serta kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memperkuat daya saing produk nasional.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah substitusi impor, termasuk produk organik yang beredar di jaringan supermarket. UMKM lokal dinilai perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memenuhi standar pasar modern dan menggantikan produk impor secara bertahap.
Dalam aspek kelembagaan, KAPMI menyatakan siap bersinergi dengan KADIN Indonesia, HIPMI, serta KADIN di berbagai daerah untuk membangun kekuatan lokomotif ekonomi nasional. KAPMI juga mendorong penguatan regulasi, termasuk revisi UU KADIN, guna memperkuat perlindungan dan pengembangan UMKM.
Terkait pengembangan organisasi, KAPMI saat ini telah membentuk Badan Pengurus Daerah (BPD) di 27 provinsi dan menargetkan terbentuk di 38 provinsi, hingga menjangkau kabupaten/kota dan desa.
KAPMI juga memiliki 50 Wakil Ketua Umum dengan bidang keahlian masing-masing, membentuk KAPMI Perguruan Tinggi di sejumlah universitas di DKI Jakarta, serta menargetkan perluasan jaringan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Penguatan sumber daya manusia turut dilakukan melalui KAPMI Academy yang baru diluncurkan pada 4 November 2026 di Thamrin City, Jakarta Pusat.
Sementara itu, Ahmad Ridha Sabana menyambut baik semangat dan berbagai gagasan strategis yang disampaikan jajaran KAPMI. Ia mengapresiasi inisiatif pengusaha muda dalam memperkuat sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan digital sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ahmad Ridha juga berharap KAPMI dapat memperluas kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta mendorong pengurus daerah membangun kerja sama konkret dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi ekonomi wilayah masing-masing.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi pengusaha muda dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang inovatif, mandiri, berdaya saing, serta mampu membuka lapangan kerja berkualitas.
Dengan target mencetak satu juta pelaku usaha hingga 2029, KAPMI menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga marwah ekonomi nasional dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.
