Kapitalisasi Petugas Yang Wafat, Pengamat: Preseden Buruk Bagi Klaim Kesuksesan Pemilu

Jumlah petugas pemilu yang meninggal saat menjalankan tugas menjelang hingga usai pencoblosan terus dikapitalisasi.

Hal itu untuk memberikan gambaran, bahwa penyelenggaraan pemilu sudah dilakukan dengan serius dan bertanggungjawab.

"Korban dari petugas penyelenggara pemilihan terus dikapitalisasi. Itu untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa KPU sudah menjalankan tugasnya dengan baik, bertanggungjawab dan penuh pengorbanan," kata Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara Faisal Mahrawa kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (23/4).

Padahal, bila dilihat dari keadaan di lapangan, kurangnya atensi dan perhatian seperti pekerjaan yang terlalu diforsir justru menjadi perspektif lain yang bisa ditangkap warga dari balik fenomena banyaknya petugas yang meninggal.

"Ada juga ditemukan di lapangan keluhan-keluhan petugas, mengenai pekerjaan dan tanggungjawab yang tidak sesuai," lanjut dia.

Selain itu, kata Faisal, ditambah dengan viralnya sejumlah fakta kecurangan di seputar pemilihan menjadi hal yang juga mendatangkan pemahaman terbalik bagi tujuan informasi yang tengah gencar menjadi sorotan publik.

"Kenyataannya, dengan kericuhan di seputaran pemilihan justru menjadi hal lain yang ditangkap dari balik akumulasi peristiwa kematian para petugas pemilihan. Akan menjadi preseden yang buruk, manakala akumulasi petugas yang wafat dikaitkan dengan hasil pemilu yang sialnya dianggap sebagai kecurangan oleh sebagian besar orang," kata Faisal. [hta]


Jumlah petugas pemilu yang meninggal saat menjalankan tugas menjelang hingga usai pencoblosan terus dikapitalisasi.

Hal itu untuk memberikan gambaran, bahwa penyelenggaraan pemilu sudah dilakukan dengan serius dan bertanggungjawab.

"Korban dari petugas penyelenggara pemilihan terus dikapitalisasi. Itu untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa KPU sudah menjalankan tugasnya dengan baik, bertanggungjawab dan penuh pengorbanan," kata Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara Faisal Mahrawa kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (23/4).

Padahal, bila dilihat dari keadaan di lapangan, kurangnya atensi dan perhatian seperti pekerjaan yang terlalu diforsir justru menjadi perspektif lain yang bisa ditangkap warga dari balik fenomena banyaknya petugas yang meninggal.

"Ada juga ditemukan di lapangan keluhan-keluhan petugas, mengenai pekerjaan dan tanggungjawab yang tidak sesuai," lanjut dia.

Selain itu, kata Faisal, ditambah dengan viralnya sejumlah fakta kecurangan di seputar pemilihan menjadi hal yang juga mendatangkan pemahaman terbalik bagi tujuan informasi yang tengah gencar menjadi sorotan publik.

"Kenyataannya, dengan kericuhan di seputaran pemilihan justru menjadi hal lain yang ditangkap dari balik akumulasi peristiwa kematian para petugas pemilihan. Akan menjadi preseden yang buruk, manakala akumulasi petugas yang wafat dikaitkan dengan hasil pemilu yang sialnya dianggap sebagai kecurangan oleh sebagian besar orang," kata Faisal. [hta]