Kader Demokrat Desak DPP Pecat Jhoni Allen Marbun Dan Konco-Konconya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun/Net
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun/Net

Desakan agar DPP Partai Demokrat memecat Jhoni Allen Marbun dan konco-konconya yang menjadi dalang upaya kudeta kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono terus bermunculan. Desakan ini disampaikan kader Partai Demokrat dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Mereka menilai hal ini akan membuat seluruh kader dapat kembali fokus membantu rakyat yang sedang kesusahan, ditimpa krisis ganda kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, maupun bencana alam.

"Kami sedang sibuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan akibat Covid-19, pengangguran, maupun cuaca buruk yang terjadi belakangan ini," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti, Selasa (23/2).

"Terus terang kami terganggu dengan upaya-upaya pengambilalihan kepemimpinan yang sah ini karena mau tidak mau, perhatian kami jadi teralihkan dan kerja-kerja politik kami yang konkret jadi tertunda," sambungnya.

Rinto menegaskan bahwa pengurus dan kader Demokrat Jateng solid dan loyal kepada DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan yang sah Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Supaya tidak berlarut-larut, kader-kader yang mengganggu seperti Jhoni Allen Marbun segera dipecat saja," ungkapnya.

Di tempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD PD Yogyakarta, Heri Sebayang.

"Kami di Jogja ini, punya banyak pekerjaan yang konkret untuk membantu meringankan beban masyarakat. Alhamdulillah kami solid dan kompak, jadi isu pengambilalihan kepemimpinan ini sungguh mengganggu," kata Heri, yang juga mantan aktivis.

"Ketum AHY dan DPP PD harus segera mengambil langkah-langkah tegas supaya masalah ini tidak berkepanjangan. Tidak ada tempat bagi kader-kader yang berkhianat. Pecat saja segera Jhoni Allen Marbun dan konco-konconya," tegas dia menambahkan.

Jateng dan Yogyakarta sempat menjadi basis yang kuat bagi Partai Demokrat, tetapi dalam pemilu 2014, Partai Demokrat kehilangan cukup banyak suara di kedua wilayah ini.