Jepang Ambil Risiko Turun di Denmark Open 2020

Timnas Badminton Jepang bertolak ke Denmark/Net
Timnas Badminton Jepang bertolak ke Denmark/Net

Jepang menjadi satu dari sedikit negara Asia yang tetap memberangkatkan atletnya ke turnamen Denmark Open 2020 yang digelar mulai besok (13/100. Dengan dipimpin pelatih Tim Nasional Jepang, Park Joo Bong, rombongan atlet bulutangkis asal Jepang sudah berangkat ke Denmark pekan lalu. Pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan keberangkatan dilakukan untuk mengembalikan suasana pertandingan bagi atlet.


“Itu adalah keputusan yang sulit, dan saya melakukan tiga kali survei terhadap pemain sambil berkomunikasi dengan staf dan Asosiasi Bulutangkis Jepang melalui telepon setiap hari sebelum memutuskan bertarung di Denmark Terbuka,” ucap Joo Bong sebagaimana dikutip dari Badminton Planet.

Dari deretan atlit yang dibawa, nama Kento Momota tidak ada dalam daftar pemain bintang yang dibawa. Pemain berstatus bintang yang turun yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, kemudian mantan pebulutangkis tunggal putri ranking satu dunia, Nozomi Okuhara, juga akan ambil bagian.

Kondisi Jepang bakal menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 yang akan dilakukan pada Juli-Agustus 2021 sepertinya juga menjadi pertimbangan. Kontingen Jepang harus lebih cepat merasakan atmosfer turnamen setelah hampir delapan bulan tak bertanding agar lebih siap menyongsong olimpiade.

“Klub-klub pemilik pemain kami juga mengajukan pertanyaan. Dalam rangka untuk menyiapkan kompetisi internasional tahun depan dan untuk meningkatkan perasaan terhadap pertandingan, saya memutuskan untuk berpartisipasi,” kata Joo Bong.

Selain dari Jepang, atlet bintang lainnya yang akan berpartisipasi adalah pebulutangkis ranking dua dunia asal Chinese Taipei, Chou Tien Chen, serta mantan juara Indonesia Terbuka asal India, Kidambi Srikanth. Juga akan ada juara Olimpiade Rio De Janeiro 2016 asal Spanyol, Carolina Marin.

Indonesia sendiri memilih tak mengirimkan atletnya ke turnamen World Tour 750 tersebut. Keputusan ini menyusul setelah Indonesia mundur dari Piala Thomas dan Uber yang sedianya digelar Oktober ini dan berujung dengan pembatalan turnamen antar negara tersebut.