Jelekkan Pemerintah Dan Sebut Cebong, Ceramah Cak Nur Picu Kericuhan Di Deli Serdang

Sebuah video berisi rekaman kericuhan berlatarbelakang suasana pengajian, tersebar luar ke masyarakat, Jumat 15 Februari 2019 malam.

Belakangan diketahui kegiatan pengajian itu digelar di Masjid Al Furqon Desa Kelumpang Kebon, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dalam rangka pelantikan Badan Koordinasi Remaja Mesjid (Bakorem) Desa Kelumpang.

Dalam kegiatan tersebut ustadz Sugi Nur Raharja alis Cak Nur didaulat untuk memberikan ceramah.

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit itu, terlihat seorang jemaah perempuan menyampaikan protesnya kepada pengisi ceramah, karena menyampaikan tausiah yang menjelekkan pemerintahan presiden Joko Widodo.

Cak Nur pun sempat menyebut kata cebong, saat protes disampaikan. Namun tak jelas kepada siapa sebutan itu ditujukan. Cebong adalah idiom yang kerap digunakan untuk menyebut para pendukung presiden Joko Widodo.

"Kalau yang cebong tetap disana. Yang bukan cebong kemari," kata Cak Nur.

Masih dalam rekaman video itu, perempuan protes yang belum diketahui identitasnya itu, bahkan sempat dikerumuni para jemaah lainnya. Dia berulang kali disoraki, namun tak gentar terus bertanya kepada Cak Nur, terkait isi ceramahnya itu.

"Kenapa bapak selalu menjelekkan Pak Jokowi. Bisa bapak sebutkan apa kelebihan Pak Prabowo," sebut wanita tersebut .

Kapolres Belawan AKBP Ikhwan saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kericuhan itu. Menurut Ikhwan kericuhan dipicu penolakan warga atas ceramah pengisi acara tersebut, yang dianggap tidak sesuai.

"Ya benar, ada kericuhan. Ada penolakan dari warga terhadap isi ceramah. Tapi sudah kita amankan. Anggota kita sudah mengamankan acara di lokasi," sebutnya.

Panitia pelaksanaan kegiatan pelantikan dan ceramah itu, Wendi awalnya sempat membantah adanya kericuhan itu. Namun saat akhirnya mengakui setelah ditanyakan soal rekaman dalam video tersebut.

"Enggak ada apa-apa bang. Udah aman. Tadi yang protes sudah dikawal Polisi," kilahnya.

Wendi menyebutkan, mereka sama sekali tak mengetahui isi ceramah yang akan disampaikan Cak Nur. Sebagai panitia, mereka hanya mengundang ustadz asal Jawa Timur itu untuk memberikan tausiahnya.

"Soal apa isi ceramahnya mana bisa kita intervensi. Tadi memang sempat ada yang protes tapi sudah aman kok," tukasnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan Cak Nur memang tengah melaksanakan Safari Dakwah di Sumatera Utara. Dari selebaran yang beredar, Cak Nur akan menyampaikan ceramah di 11 lokasi antara tanggal 14-17 Februari 2019.


Sebuah video berisi rekaman kericuhan berlatarbelakang suasana pengajian, tersebar luar ke masyarakat, Jumat 15 Februari 2019 malam.

Belakangan diketahui kegiatan pengajian itu digelar di Masjid Al Furqon Desa Kelumpang Kebon, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dalam rangka pelantikan Badan Koordinasi Remaja Mesjid (Bakorem) Desa Kelumpang.

Dalam kegiatan tersebut ustadz Sugi Nur Raharja alis Cak Nur didaulat untuk memberikan ceramah.

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit itu, terlihat seorang jemaah perempuan menyampaikan protesnya kepada pengisi ceramah, karena menyampaikan tausiah yang menjelekkan pemerintahan presiden Joko Widodo.

Cak Nur pun sempat menyebut kata cebong, saat protes disampaikan. Namun tak jelas kepada siapa sebutan itu ditujukan. Cebong adalah idiom yang kerap digunakan untuk menyebut para pendukung presiden Joko Widodo.

"Kalau yang cebong tetap disana. Yang bukan cebong kemari," kata Cak Nur.

Masih dalam rekaman video itu, perempuan protes yang belum diketahui identitasnya itu, bahkan sempat dikerumuni para jemaah lainnya. Dia berulang kali disoraki, namun tak gentar terus bertanya kepada Cak Nur, terkait isi ceramahnya itu.

"Kenapa bapak selalu menjelekkan Pak Jokowi. Bisa bapak sebutkan apa kelebihan Pak Prabowo," sebut wanita tersebut .

Kapolres Belawan AKBP Ikhwan saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kericuhan itu. Menurut Ikhwan kericuhan dipicu penolakan warga atas ceramah pengisi acara tersebut, yang dianggap tidak sesuai.

"Ya benar, ada kericuhan. Ada penolakan dari warga terhadap isi ceramah. Tapi sudah kita amankan. Anggota kita sudah mengamankan acara di lokasi," sebutnya.

Panitia pelaksanaan kegiatan pelantikan dan ceramah itu, Wendi awalnya sempat membantah adanya kericuhan itu. Namun saat akhirnya mengakui setelah ditanyakan soal rekaman dalam video tersebut.

"Enggak ada apa-apa bang. Udah aman. Tadi yang protes sudah dikawal Polisi," kilahnya.

Wendi menyebutkan, mereka sama sekali tak mengetahui isi ceramah yang akan disampaikan Cak Nur. Sebagai panitia, mereka hanya mengundang ustadz asal Jawa Timur itu untuk memberikan tausiahnya.

"Soal apa isi ceramahnya mana bisa kita intervensi. Tadi memang sempat ada yang protes tapi sudah aman kok," tukasnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan Cak Nur memang tengah melaksanakan Safari Dakwah di Sumatera Utara. Dari selebaran yang beredar, Cak Nur akan menyampaikan ceramah di 11 lokasi antara tanggal 14-17 Februari 2019.