Kerusakan sejumlah titik di sepanjang Jalan Sutami, mulai dari Kecamatan Kisaran Barat hingga Desa Sukadame, Kecamatan Pulo Banding, Kabupaten Asahan, kian parah. Namun, hingga kini belum terlihat perbaikan terhadap kerusakan jalan yang diduga berkaitan dengan pengerjaan proyek pipa gas Dumai–Sei Mangkei tersebut.
Warga pun mempertanyakan tanggung jawab pihak rekanan proyek. Pasalnya, pekerjaan di kawasan itu disebut telah selesai, sementara sejumlah kerusakan jalan masih dibiarkan.
“ Sampai sekarang gak ada diperbaiki. Padahal proyek di sini udah selesai, Bang. Udah gak ada lagi alat berat orang proyek,” kata Hendri, warga Kota Kisaran, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) segera mendesak pihak rekanan untuk memperbaiki jalan yang rusak.
Menurutnya, perbaikan seharusnya menjadi tanggung jawab pihak yang menyebabkan kerusakan, bukan dibebankan kepada pemerintah daerah melalui APBD.
“Jangan pula nanti diperbaiki pakai APBD Asahan. Sementara kerusakan dilakukan oleh rekanan dari luar Asahan dan bukan proyek Pemkab Asahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi jalan di Desa Sukadame yang disebut mengalami kerusakan cukup parah hingga amblas. Bahkan, bagian jalan yang rusak hanya ditutupi menggunakan ban bekas.
“Apa lagi yang di Sukadame, parah kali, Bang. Amblas, hanya ditutupi pakai ban bekas. Jalan itu kan baru selesai di-hotmix tahun ini,” katanya kesal.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, menyatakan pihak rekanan pipa gas akan segera memperbaiki kerusakan tersebut.
“Akan segera diperbaiki, Bang, oleh pihak gas,” jawabnya singkat melalui pesan singkat.
Namun, Agus belum menjelaskan apakah perbaikan akan mencakup seluruh ruas jalan yang dilalui proyek pipa gas atau hanya titik-titik tertentu yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, Hendri, yang disebut sebagai humas PT Arandra Citra Mandiri selaku rekanan pengerjaan proyek pipa gas, mengaku sudah pindah tugas ke Labuhanbatu. Ia mengarahkan konfirmasi kepada seseorang bernama Rauf.
“Saya sudah pindah ke Labuhan Batu. Hubungi Pak Rauf ya, Bang,” jawabnya melalui telepon.
Hingga berita ini dikirimkan, Rauf belum memberikan respons atas konfirmasi yang disampaikan terkait kerusakan jalan tersebut. 
