Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E, Berpotensi Untung Atau Rugi?

RMOLSumut Balapan Formula E yang direncanakan digelar 6 juni 2020 mendatang akan dilangsungkan selama lima tahun berturut-turut di Jakarta. Perhelatan lomba balapan itu diprediksi akan memakan dana yang tidak sedikit. 

Dengan digelarnya ajang balap mobil bertaraf kelas dunia tersebut, memunculkan pertanyaan, apakah dengan biaya besar yang dikeluarkan tersebut akan menghasilkan keuntungan? 

Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan bahwa ini sama seperti sebuah startup. 

"Untuk startup pasti di tahun awalnya akan rugi. Tahun pertama, kedua, ketiga akan rugi, tetapi di tahun keempat mulai untung, dan tahun kelima sudah menguntungkan, " jelas Anies saat melakukan konferensi pers bersama Alberto Longo selaku Chief Championship Officer Formula E, di Lapangan Monas, Jakarta (21/9). 

Menurut Anies, terpilihnya Jakarta menjadi tuan rumah Formula E adalah diwaktu yang tepat. Hal itu disebabkan karena Formula E saat ini sudah masuk di musim ke enam dan sudah memberikan track yang sangat positif. 

"Bila menjadi tuan rumah InsyaAllah berdampak positif dan yang harus diperhitungkan adalah bagaimana bagi ekonomi di Jakarta sendiri," kata Anies. 

Anies juga menyampaikan, terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah Formula E bukan tanpa tujuan. 

Yang pertama soal lingkungan hidup, kedua menggerakkan perekonomian, dan yang ketiga menempatkan Jakarta dalam percaturan kota dunia yang bisa menyelenggarakan even sekelas. 

Tiga tujuan itulah yang hendak dicapai oleh Anies. Harapannya, dengan penyelenggaraan yang lebih dari satu kali ini, maka ditahun berikutnya akan ada evaluasi agar bisa dikerjakan lebih baik lagi. 

"Kalau kita lakukan sekali, maka kita tidak punya kesempatan mengembangkan ini. Tapi kalau ini menjadi even tahunan, maka investasi akan terfokus pada infrastruktur," terang Anies. 

Hal yang  tak kalah penting adalah dengan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah 5 tahun berturut-turut penyelenggara Formula E bisa lebih menginspirasi tim dari luar untuk melihat potensi lokal kita.

"Indonesia sudah absen lebih dari 20 tahun pada ajang balapan. Kita butuh menunjukkan bakat kita dan semoga bisa menginsipasi lebih banyak pembalap di Jakarta dan Indonesia," pungkas Anies.[top]


RMOLSumut Balapan Formula E yang direncanakan digelar 6 juni 2020 mendatang akan dilangsungkan selama lima tahun berturut-turut di Jakarta. Perhelatan lomba balapan itu diprediksi akan memakan dana yang tidak sedikit. 

Dengan digelarnya ajang balap mobil bertaraf kelas dunia tersebut, memunculkan pertanyaan, apakah dengan biaya besar yang dikeluarkan tersebut akan menghasilkan keuntungan? 

Terkait hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan bahwa ini sama seperti sebuah startup. 

"Untuk startup pasti di tahun awalnya akan rugi. Tahun pertama, kedua, ketiga akan rugi, tetapi di tahun keempat mulai untung, dan tahun kelima sudah menguntungkan, " jelas Anies saat melakukan konferensi pers bersama Alberto Longo selaku Chief Championship Officer Formula E, di Lapangan Monas, Jakarta (21/9). 

Menurut Anies, terpilihnya Jakarta menjadi tuan rumah Formula E adalah diwaktu yang tepat. Hal itu disebabkan karena Formula E saat ini sudah masuk di musim ke enam dan sudah memberikan track yang sangat positif. 

"Bila menjadi tuan rumah InsyaAllah berdampak positif dan yang harus diperhitungkan adalah bagaimana bagi ekonomi di Jakarta sendiri," kata Anies. 

Anies juga menyampaikan, terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah Formula E bukan tanpa tujuan. 

Yang pertama soal lingkungan hidup, kedua menggerakkan perekonomian, dan yang ketiga menempatkan Jakarta dalam percaturan kota dunia yang bisa menyelenggarakan even sekelas. 

Tiga tujuan itulah yang hendak dicapai oleh Anies. Harapannya, dengan penyelenggaraan yang lebih dari satu kali ini, maka ditahun berikutnya akan ada evaluasi agar bisa dikerjakan lebih baik lagi. 

"Kalau kita lakukan sekali, maka kita tidak punya kesempatan mengembangkan ini. Tapi kalau ini menjadi even tahunan, maka investasi akan terfokus pada infrastruktur," terang Anies. 

Hal yang  tak kalah penting adalah dengan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah 5 tahun berturut-turut penyelenggara Formula E bisa lebih menginspirasi tim dari luar untuk melihat potensi lokal kita.

"Indonesia sudah absen lebih dari 20 tahun pada ajang balapan. Kita butuh menunjukkan bakat kita dan semoga bisa menginsipasi lebih banyak pembalap di Jakarta dan Indonesia," pungkas Anies.[top]