Irjen Paulus Waterpauw Sesalkan Aksi Pembakaran Pesawat Di Papua

KKB bakar pesawat di Kabupaten Intan Jaya, Papua/Net
KKB bakar pesawat di Kabupaten Intan Jaya, Papua/Net

Aksi pembakaran sebuah pesawat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (6/1).


Informasi yang diperoleh menyebutkan pesawat itu merupakan milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan registrasi PK-MAX yang dipiloti WN Amerika atas nama Alex Luferchek.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengatakan pesawat tersebut merupakan pesawat perintis reguler yang membawa barang-barang kebutuhan dan juga membantu para pendeta dalam misi pelayanan.

"Pertanyaan kita awalnya kalau itu dicarter, siapa yang mencarter, membawa apa saja dan kenapa sampai di sana. Ternyata setelah diperiksa, bahwa pesawat itu melayani secara reguler," katanya kepada wartawan.

Mantan Kapolda Sumatera Utara secara pribadi mengaku sangat menyayangkan insiden pembakaran pesawat tersebut. Menurutnya, alasan para pelaku menyebut pembakaran ini karena pesawat tersebut digunakan untuk membawa berbagai peralatan untuk melemahkan mereka dan juga digunakan oleh pihak TNI maupun Polri yang akan menyerang mereka justru tidak memiliki indikasi kuat.

"Secara pribadi saya menyesalkan ini. Pesawat itu yang awalnya disebut dicarter, ternyata pesawat itu reguler, membantu pendeta yang akan melayani dari kampung yang satu ke kampung yang lain. Makanya waktu kejadian ada 2 orang yang ikut dan hanya membayar beberapa gitu ya," ungkapnya.

Sebelumnya dijelaskannya, pembakaran ini terjadi beberapa saat setelah pesawat kecil tersebut berhasil mendarat. Tiba-tiba datang sekelompok orang bersenjata api (senpi). Setidaknya ada 10 orang dengan senpi laras panjang dan pendek yang mengepung pesawat perintis itu.

Sekelompok orang yang diyakini adalah KKB itu lantas meminta sang pilot untuk turun dari pesawat. Mereka juga sempat melepaskan tembakan ke udara.

"Keterangan yang diperoleh dari pilot bahwa, saat pesawat mendarat di Bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga, tiba-tiba keluar 10 orang lebih dengan membawa senjata laras panjang dan pendek, dan meminta pilot untuk duduk di samping pesawat," sebutnya.

Sang pilot tidak menjadi korban karena diamankan oleh pemuka agama yang ada disana. Akan tetapi pesawatnya rusak berat karena dibakar para pelaku.