Inilah Syarat Agar Pasien Covid Dapat Dilayani Saat Pemungutan Suara

Bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara di jajaran KPU Medan/RMOLSumut
Bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara di jajaran KPU Medan/RMOLSumut

Hak pilih pasien yang sedang menjalani perawatan akibat terinfeksi covid 19 dipastikan tidak akan hilang pada Pilkada tanggal 9 Desember 2020. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar layanan terhadap mereka dapat dilkaukan.


Anggota KPU Medan Rinaldi Khair mengatakan, hal ini diatur oleh Pasal 72 Peraturan KPU 6 Tahun 2020. Data pemilih yang sedang menjalani rawat inap, isolasi mandiri, atau positif Covid-19 diketahui berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah setempat dan menggunakan hak pilihnya di TPS yang berdekatan dengan rumah sakit. Pendataan dilakukan 1 hari sebelum pemungutan suara. 

"Jadi mereka akan tetap dilayani  akan tetapi harus ada pemberitahuan dulu ke KPPS, dan mengurus formulir model A.5 atau form pindah memilih, dan tentunya mendapat izin dari pihak rumah sakit," kata Rinaldi, Jumat (20/11/20). 

Hal yang sama juga akan dilakukan terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dan tidak dapat hadir di TPS. Untuk melayani hak suaranya, dua orang anggota KPPS didampingi pengawas TPS dan saksi akan membawa perlengkapan pemungutan suara ke rumah yang bersangkutan dan tetap menjaga kerahasiaan suara pemilih.

"KPPS yang bertugas mendatangi pemilih menggunakan alat pelindung diri lengkap, dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19," jelasnya. 

Rinaldi menegaskan, KPU dan jajarannya berkomitmen untuk melayani pemilih. Khusus untuk ini, para pemilih akan dilayani pukul 12.00-13.00 WIB dengan tetap memperhatikan jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilih dan ketersediaan surat suara. 

"Dalam hal terdapat pasien baru yang belum terdata, pemilih dapat menggunakan hak pilihnya sepanjang surat suara masih tersedia," jelasnya. 

Dalam penerapan protokol kesehatan pada pemungutan suara, ada beberapa item perlengkapan protokol pencegahan Covid-19 di TPS. Diantaranya di TPS harus tersedia tempat cuci tangan dan sabun, handsanitizer, sarung tangan medis untuk KPPS, masker, tempat sampah, face shield, alat pengukur suhu, disinfektan, dan spidol. 

Setiap pemilih yang datang ke TPS akan diukur terlebih dulu suhu tubuhnya. Pemilih dengan suhu 37,30 derajat Celcius atau lebih akan disediakan bilik khusus untuk menggunakan hak pilihnya. Lokasi TPS juga akan disemprot disinfektan secara berkala. 

Begitu juga bila ditemukan Pengawas TPS atau saksi yang memiliki suhu 37,30 derajat celcius, maka PTPS atau saksi yang bersangkutan tidak boleh bertugas. "Itu diatur dalam Pasal 71 ayat 5 PKPU 6 Tahun 2020," tegasnya. 

Saat ini KPU Medan tengah merampungkan bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Medan lanjutan 9 Desember kepada PPK 21 kecamatan dan PPS 151 kelurahan se Kota Medan.