Info Warga, Ada Dugaan Pengoplosan Gas Berskala Besar di Pasar 5 Marelan

Tangkapan layar mobil diduga mengangkut tabung gas untuk dioplos di kawasan Marelan/Ist
Tangkapan layar mobil diduga mengangkut tabung gas untuk dioplos di kawasan Marelan/Ist

Dugaan pengoplosan gas elpiji ukuran 3 kg bersubidi ke tabung gas berukuran 12 kg non subsidi disinyalir terjadi pada salah satu gudang di kawasan Pasar 5 Marelan.


Informasi ini disampaikan salah seorang warga kepada redaksi pasca maraknya pemberitaan mengenai dugaan pengoplosan gas di Kota Medan belakangan ini.

“Itu di kawasan jalan M Basri kawasan Pasar 5 Marelan ada gudang yang kami duga menjadi tempat pengoplosan gas. Setiap hari mobil pengangkut ratusan tabung gas 3 kilogram dan 12 kilogram keluar masuk ke salah satu gudang disana,” kata salah seorang warga meminta namanya tidak disebutkan.

Warga yang juga merupakan salah seorang tokoh masyarakat di lokasi tersebut mengaku mereka sangat resah dengan aksi-aksi pengoplosan elpiji di kawasan pemukiman mereka. Hanya saja mereka mengaku tidak berani untuk mengambil tindakan mengingat tersiar kabar jika aktivitas tersebut dibekingi oleh oknum anggota Polri yang bertugas di Polda Sumatera Utara.

“Informasi yang kami dapat itu gudang milik salah seorang warga berinisial A. Sedangkan mobil-mobil pengangkut gas elpiji yang masuk itu informasinya milik salah seorang oknum anggota Polri berinisial B berpangkat Aiptu,. Sedangkan yang mengatur uang pelicin kepada sejumlah oknum perwira pertama dan menengah di Polda disebut berinisil R berpangkat Brigadir” ujar sang informan.

Diketahui dalam beberapa pekan terkahir, pemberitaan mengenai pengoplosan gas ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas ukuran 12 kilogram non subsidi kembali marak pada sejumlah media.

Kalangan mahasiswa bahkan mendesak pihak Polda Sumatera Utara agar memberikan perhatian terhadap dugaan pengoplosan gas tersebut.

Wakil Ketua Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GEMERI) Nanda Azhari menyebut, aksi pengoplosan ini merupakan bentuk perampokan uang negara yang ditujukan kepada rakyat miskin lewat pemberian subsidi gas elpiji ukuran 3 kg.

“Tak elok rasanya, anggaran negara untuk membantu rakyat miskin mendapatkan gas 3 kg tapi pada akhirnya dirampok dan masuk ke kantong segelintir oknum yang ingin memperkaya diri sendiri dengan ‘merampok’ uang negara,” katanya beberapa waktu lalu.