Imbas Covid-19, Delapan Perusahaan Asing Relokasi Dari China Ke Indonesia

Pandemik Covid-19 membuat banyak perusahaan mempertimbangkan untuk memindahkan operasinya dari China. Seperti delapan perusahaan asing yang sudah dipastikan akan merelokasi operasinya di China ke Indonesia. Hal itu disebutkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dalam konferensi pers virtual pada Jumat (17/7). Meski belum memberikan nama perusahaannya, namun Mahendra memberikan bocoran mengenai delapan perusahaan mana saja yang akan merelokasi ke Indonesia. Di antaranya adalah perusahaan lampu elektronik tenaga surya yang berkantor pusat di California, Amerika Serika; perusahaan komponen kendaraan bermotor yang berkantor pusat di Kanagawa, Jepang; dan perusahaan spare part otomotif yang berkantor pusat di Aichi, Jepang. Kemudian, perusahaan barang elektronik, perusahaan rumah tangga, peralatan kesehatan dan kecantikan, peralatan usaha dan industri, perumahaan, perkantoran, logistik dan otomotif yang berkantor pusat di Osaka Jepang. Selanjutnya, perusahaan speaker audio video elektronik yang berkantor pusat di Taiwan; perusahaan ban yang berkantor pusat di Taiwan; perusahaan perlengkapan elektronik yang berkantor pusat di Taiwan; dan perusahaan miniatur mobil die cast yang berkantor pusat di Guangzhou, China. "Dari delapang perusahaan ini, total nilai investasi tahap pertama yang kita harapkan 1 miliar dolar AS (atau setara dengan Rp 14,7 triliun)," sambung Mahendra. Dengan relokasi perusahaan-perusahaan tersebut, Mahendra mengatakan, dapat menjadi angin segar bagi industri manufaktur nasional yang mandiri. Hal tersebut dibutuhkan karena Indonesia juga harus memulihkan diri dari dampak pandemik Covid-19. Selain itu, saat ini Kementerian Luar Negeri juga telah membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) yang bertugas untuk bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendorong kerja sama ekonomi internasional. [R]


Pandemik Covid-19 membuat banyak perusahaan mempertimbangkan untuk memindahkan operasinya dari China. Seperti delapan perusahaan asing yang sudah dipastikan akan merelokasi operasinya di China ke Indonesia. Hal itu disebutkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dalam konferensi pers virtual pada Jumat (17/7). Meski belum memberikan nama perusahaannya, namun Mahendra memberikan bocoran mengenai delapan perusahaan mana saja yang akan merelokasi ke Indonesia. Di antaranya adalah perusahaan lampu elektronik tenaga surya yang berkantor pusat di California, Amerika Serika; perusahaan komponen kendaraan bermotor yang berkantor pusat di Kanagawa, Jepang; dan perusahaan spare part otomotif yang berkantor pusat di Aichi, Jepang. Kemudian, perusahaan barang elektronik, perusahaan rumah tangga, peralatan kesehatan dan kecantikan, peralatan usaha dan industri, perumahaan, perkantoran, logistik dan otomotif yang berkantor pusat di Osaka Jepang. Selanjutnya, perusahaan speaker audio video elektronik yang berkantor pusat di Taiwan; perusahaan ban yang berkantor pusat di Taiwan; perusahaan perlengkapan elektronik yang berkantor pusat di Taiwan; dan perusahaan miniatur mobil die cast yang berkantor pusat di Guangzhou, China. "Dari delapang perusahaan ini, total nilai investasi tahap pertama yang kita harapkan 1 miliar dolar AS (atau setara dengan Rp 14,7 triliun)," sambung Mahendra. Dengan relokasi perusahaan-perusahaan tersebut, Mahendra mengatakan, dapat menjadi angin segar bagi industri manufaktur nasional yang mandiri. Hal tersebut dibutuhkan karena Indonesia juga harus memulihkan diri dari dampak pandemik Covid-19. Selain itu, saat ini Kementerian Luar Negeri juga telah membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) yang bertugas untuk bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendorong kerja sama ekonomi internasional.