Ikhyar Velayati: Capres Dukungan PDIP-PKB Jadi Kebutuhan Saat Ini

Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar/Net
Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar/Net

Sejumlah nama yang dianggap layak masuk bursa calon presiden dan calon wakil presiden kembali dimunculkan oleh berbagai lembaga survey meskipun agenda pemilihan presiden masih sekitar 3 tahun lagi.


Kordinator Forum Aktifis 98 Sumut mengatakan dari sejumlah nama yang muncul seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono, Prabowo Subianto dan lainnya, sosok yang ideal adalah perkawinan antara sosok dari PDI Perjuangan dan PKB.

"Pasangan ideal yang menggambarkan miniatur Indonesia jika Muhaimin Iskandar berpasangan dengan Puan Maharani," katanya kepada Kantor Berita Politik, RMOLSumut, Senin (1/3).

Dijelaskannya, pasangan capres ideal yang menggambarkan miniatur indonesia di masa perjuangan, masa reformasi serta masa depan adalah paket ini. Keduanya juga dinilai menjadi representasi dari rakyat Indonesia bila dilihat dari aspek sejarah, agama, ideologi, budaya, dan karakteristik rakyat Indonesia.

"Koalisi antara PKB dan PDIP saat ini merupakan kebutuhan objektif rakyat Indonesia ditengah mènguatnya fundamentalisme agama, separatisme dan kapitalisme  global yang ingin mengganti pancasila dan menggerus keutuhan NKRI," jelasnya.

Ikhyar sangat yakin jika kedua tokoh muda ini maju dalam pilpres 2024 akan mendapat dukungan rakyat dan meraih kemenangan telak.

"Saya prediksi jika kedua tokoh ini maju dalam pilpres 2024 akan mendapat dukungan mayoritas dari kaum nahdiyyin dan marhaen serta loyalis Soekarno, karena kedua tokoh ini berasal dari  Partai yang punya basis tradisional yang besar di masyarakat. PKB punya basis tradisional NU yang punya anggota hingga 70 jutaan pengikut, sementara PDIP punya basis tradisional  kaum marhaen di akar rumput serta loyalis Soekarno fanatik yang merata hampir di seluruh Indonesia,' ungkapnya.