Hormati Hak Prerogatif Presiden, Bara JP Minta Nama Calon Kapolri Tidak Dibuat Spekulasi

Komjen Listyo Sigit Prabowo salah satu perwira yang namanya santer disebut calon Kapolri/Net
Komjen Listyo Sigit Prabowo salah satu perwira yang namanya santer disebut calon Kapolri/Net

Lima nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga hari ini masih ramai dibicarakan. Kelimanya yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.


Terkait nama-nama tersebut, Ketua Umum Bara JP, Viktor Sirait meminta agar tidak terus dijadikan spekulasi. Sebab, seluruh nama tersebut menurutnya merupakan perwira-perwira tinggi yang layak memimpin Polri. 

"Dari lima nama yang diajukan kepada Presiden, semuanya layak jadi Kapolri karena mereka menjadi bintang tiga dan menduduki jabatan sekarang karena sudah teruji secara loyalitas, intelektualitas, dan kenyang pengalaman," katanya, Selasa (12/1).

Karena itu menurutnya, biarlah penentuan satu nama menjadi Kapolri menjadi hak prerogatif seutuhnya dari Presiden Jokowi tanpa perlu didesak atau diributkan oleh siapapun. 

"Penentuan sosok yang akan dipilih sepenuhnya menjadi hak prerogatif dari Presiden," pungkasnya.

Diketahui, isu perihal Presiden Jokowi telah memilih satu nama untuk diajukan ke DPR RI sebagai Kapolri yang baru berhembus di masyarakat. Isu bahwa Presiden telah menetapkan satu nama untuk diajukan ke DPR telah banyak beredar terutama di media sosial.

Menko Polhukam sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud MD menjadi sosok yang belakangan ini kerap menuliskan tentang proses calon kapolri tersebut pada akun twitternya. Terbaru ia menuliskan cara khas presiden memilih pejabat.

"Cara khas yang sering dilakukan Presiden dalam memilih pejabat: Meminta dibuatkan 5 draf surat pengusulan yang berisi nama-nama yang berbeda. Pada saat yang tepat beliau tandatangani salah satu, sedang draf surat yang tidak ditandatangani dimusnahkan. Jadi tak ada yang tahu kecuali setelah diumumkan secara resmi," kata Mahfud lewat akun Twitter @mohmahfudmd, Selasa, 12 Januari 2021.

Ditgaskannya juga bahwa Jokowi belum mengirimkan nama calon Kapolri pengganti Idham Azis ke DPR. Jokowi, sebut dia, masih mempertimbangkan siapa sosok yang tepat. Dengan demikian nama yang beredar di media sosial juga menurutnya masih berupa hal yang spekulatif.

"Belum ada yang tahu siapa calon Kapolri kita, sebab Presiden masih terus mempertimbangkan secara seksama siapa yang paling tepat untuk jabatan tersebut," kata Mahfud.