Hindari Perampok, Penumpang Ini Tewas Usai Lompat Dari Angkot Di Medan

Nasib tragis dialami seorang penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Medan. Pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut meninggal dunia usai melompat dari dalam angkot Morina 81 yang sedang melaju karena menghindar dari upaya perampokan didalam angkot tersebut.

Informasi yang diperoleh menyebutkan pemuda yang diperkirakan berusia 20 tahun ini naik dari simpang Terminal Amplas. Tak berapa lama dua orang pemuda juga naik kedalam angkot jurusan Amplas-Belawan tersebut. Namun sesampai di kawasan Jalan Sisingamangaraja, dua orang pemuda tersebut memintai uang korban dengan alasan untuk membeli minuman keras.

"Saya kenal dengan salah seorang pelaku yang naik itu. Dia bernama Jojo," ucap Beni, supir angkot saat di Polsek Patumbak, Selasa (16/1/2019) malam.

Sopir mengatakan korban sempat memberikan uangnya, namun kedua pelaku juga meminta handphone korban namun korban menolaknya. Saat itulah korban langsung melompat keluar dari angkota tersebut.

"Saya rasa pelaku menodongnya dengan pisau makanya dia melompat. Karena dibawah bangku saya lihat ada pisau," sebut Beni lagi.

Begitu melihat korban terjatuh, Beni langsung menghentikan angkotanya dan pelakupun langsung melarikan diri. Melihat pelaku lari, Beni pun langsung berteriak minta tolong kepada warga dan meneriaki keduanya. Namun warga gagal menangkap kedua pelaku. Mereka kemudian membawa korban yang terluka ke RS Mitra Medica namun nyawanya tidak tertolong.

Petugas Polsek Patumbak begitu mendapat informasi ada korban perampokan, langsung bergerak ke TKP dan menyelidiki identitas  pelaku.

Sial bagi pelaku, sekitar 18:30 WIB, pelaku Jojo berhasil diamankan petugas Polsek Patumbak di terminal Amplas Medan dan memboyongnya ke Komando.


Nasib tragis dialami seorang penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Medan. Pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut meninggal dunia usai melompat dari dalam angkot Morina 81 yang sedang melaju karena menghindar dari upaya perampokan didalam angkot tersebut.

Informasi yang diperoleh menyebutkan pemuda yang diperkirakan berusia 20 tahun ini naik dari simpang Terminal Amplas. Tak berapa lama dua orang pemuda juga naik kedalam angkot jurusan Amplas-Belawan tersebut. Namun sesampai di kawasan Jalan Sisingamangaraja, dua orang pemuda tersebut memintai uang korban dengan alasan untuk membeli minuman keras.

"Saya kenal dengan salah seorang pelaku yang naik itu. Dia bernama Jojo," ucap Beni, supir angkot saat di Polsek Patumbak, Selasa (16/1/2019) malam.

Sopir mengatakan korban sempat memberikan uangnya, namun kedua pelaku juga meminta handphone korban namun korban menolaknya. Saat itulah korban langsung melompat keluar dari angkota tersebut.

"Saya rasa pelaku menodongnya dengan pisau makanya dia melompat. Karena dibawah bangku saya lihat ada pisau," sebut Beni lagi.

Begitu melihat korban terjatuh, Beni langsung menghentikan angkotanya dan pelakupun langsung melarikan diri. Melihat pelaku lari, Beni pun langsung berteriak minta tolong kepada warga dan meneriaki keduanya. Namun warga gagal menangkap kedua pelaku. Mereka kemudian membawa korban yang terluka ke RS Mitra Medica namun nyawanya tidak tertolong.

Petugas Polsek Patumbak begitu mendapat informasi ada korban perampokan, langsung bergerak ke TKP dan menyelidiki identitas  pelaku.

Sial bagi pelaku, sekitar 18:30 WIB, pelaku Jojo berhasil diamankan petugas Polsek Patumbak di terminal Amplas Medan dan memboyongnya ke Komando.