Temuan dari Institute Law and Justice (ILAJ) terkait dugaan praktik bisnis gelap penampungan getah karet curian yang melibatkan pihak internal perusahaan besar PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) di Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, mendapat perhatian dari Anggota DPR RI asal Sumatera Utara, Hinca Panjaitan.
Hinca yang berasal dari Dapil Sumatera Utara III (Asahan, Batu Bara, Dairi, Karo, Langkat, Pakpak Bharat, Simalungun, Binjai, Pematangsiantar, dan Tanjungbalai) bahkan mengaku akan turun langsung untuk ikut mendukung ILAJ dalam membogkar praktik kotor tersebut.
“Hinca segera sidak dan turun bongkar temuan ILAJ,” katanya kepada redaksi, Kamis, 12 Maret 2026.
Hinca menegaskan dirinya sangat mendukung ILAJ untuk merampungkan data atas praktik melanggar hukum tersebut. Apalagi dalam penelusurannya, ILAJ mengindikasikan adanya kejahatan terorganisir yang melibatkan pihak internal perusahaan karet dan juga adanya beking dari oknum-oknum petinggi yang memiliki pengaruh hingga ke tingkat pusat.
“Kalau sudah siap datanya saya langsung turun,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, ILAJ menyerukan agar aparat penegak hukum (APH) untuk membongkar kejahatan pencurian getah karet yang melibatkan oknum-oknum dari internal PT BSRE.
Direktur ILAJ, Fawer Sihite mengatakan praktik ini melibatkan oknum-oknum pada bagian keamanan perusahaan besar industri karet tersebut. Tidak hanya itu, praktik pencurian dengan nilai transaksi mencapai puluhan miliar rupiah per bulan ini disinyalir berkaitan dengan peningkatan peredaran narkoba di kawasan tersebut.
“Karena uang dengan mudah didapat, maka peredaran narkoba juga menjadi semakin tinggi. Kita mengindikasikan adanya keterlibatan oknum dari internal perusahaan dan juga adanya beking mereka dari oknum-oknum petinggi di tingkat pusat,” katanya dalam keterangan tertulis kepada redaksi.
