Heboh...Video Mobil Berlogo PLN Sumut Jadi Mobil Komando Demo Pemilu 2019 Di Sumut

Video berisi rekaman mobil truk jenis Mitsubishi Fuso bertuliskan PLN Sumut lengkap dengan Logo PLN yang digunakan menjadi mobil komando salah satu kelompok massa yang melakukan aksi unjuk rasa terkait Pemilu 2019 beredar melalui jejaring meda sosial Whatsapp, Jumat (10/5/2019). Mobil Fuso bak terbuka bernomor polisi BK 9398 XD tersebut menjadi mobil komando massa yang bergerak dari titik kumpul di Masjid Raya Medan dengan tujuan aksi ke Kantor Bawaslu Sumut di Jalan Adam Malik, Medan.

Dalam video berdurasi sekitar 26 detik tersebut terlihat beberapa orang warga sedang mempersiapkan mobil tersebut untuk dijadikan mobil komando. Spanduk berukuran besar bertuliskan 'Bawaslu Adili Kecurangan Pemilu' dipasang pada bagian bak mobil terbuka tersebut dan juga pengeras suara. Sementara seorang diantaranya juga terlihat menutup logo PLN dan tulisan PLN Sumut tersbeut dengan menggunakan lakban.

Komentar para penghuni grup Whatsapp atas beredarnya video tersebut langsung beragam. Sebagian diantara mereka bahkan langsung meminta agar hal ini dikonfirmasikan kepada pihak PLN Sumut.

"Wow...logo PLN ditutup pake lakban," kata Iwan salah seorang anggota grup whatsapp jurnalis.

Berbagai komentar lain dari anggota grup WA juga terus bermunculan. Beberapa diantaranya bahkan memposting dengan nada sindiran.

"Jangan bilang dibajak atau dibawah tekanan, krn penutup semua logonya dengan rapi dan terencana...diduga ada orang pln yg ikut mendanai atau ?," tulis Ucok Kocu salah anggota grup lainnya.

Pihak PLN Sumut sendiri langsung memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Manager Komunikasi PLN Wilayah Sumut, Rudi Artono mengatakan mobil dengan plat berwarna kuning tersebut bukan milik PLN. Begitupun mereka akan menelusuri pemilik mobil tersebut.

"Izin bapak / ibu, PLN tidak punya kenderaan Plat Kuning, kami akan coba telusuri itu milik siapa," ujarnya.

Klarifikasi ini memunculkan berbagai spekulasi lainnya. Sebagian menduga mobil tersebut merupakan milik perusahaan-perusahaan rekanan dari PLN. Namun sejauh ini belum diketahui pemilik mobil tersebut.


Video berisi rekaman mobil truk jenis Mitsubishi Fuso bertuliskan PLN Sumut lengkap dengan Logo PLN yang digunakan menjadi mobil komando salah satu kelompok massa yang melakukan aksi unjuk rasa terkait Pemilu 2019 beredar melalui jejaring meda sosial Whatsapp, Jumat (10/5/2019). Mobil Fuso bak terbuka bernomor polisi BK 9398 XD tersebut menjadi mobil komando massa yang bergerak dari titik kumpul di Masjid Raya Medan dengan tujuan aksi ke Kantor Bawaslu Sumut di Jalan Adam Malik, Medan.

Dalam video berdurasi sekitar 26 detik tersebut terlihat beberapa orang warga sedang mempersiapkan mobil tersebut untuk dijadikan mobil komando. Spanduk berukuran besar bertuliskan 'Bawaslu Adili Kecurangan Pemilu' dipasang pada bagian bak mobil terbuka tersebut dan juga pengeras suara. Sementara seorang diantaranya juga terlihat menutup logo PLN dan tulisan PLN Sumut tersbeut dengan menggunakan lakban.

Komentar para penghuni grup Whatsapp atas beredarnya video tersebut langsung beragam. Sebagian diantara mereka bahkan langsung meminta agar hal ini dikonfirmasikan kepada pihak PLN Sumut.

"Wow...logo PLN ditutup pake lakban," kata Iwan salah seorang anggota grup whatsapp jurnalis.

Berbagai komentar lain dari anggota grup WA juga terus bermunculan. Beberapa diantaranya bahkan memposting dengan nada sindiran.

"Jangan bilang dibajak atau dibawah tekanan, krn penutup semua logonya dengan rapi dan terencana...diduga ada orang pln yg ikut mendanai atau ?," tulis Ucok Kocu salah anggota grup lainnya.

Pihak PLN Sumut sendiri langsung memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Manager Komunikasi PLN Wilayah Sumut, Rudi Artono mengatakan mobil dengan plat berwarna kuning tersebut bukan milik PLN. Begitupun mereka akan menelusuri pemilik mobil tersebut.

"Izin bapak / ibu, PLN tidak punya kenderaan Plat Kuning, kami akan coba telusuri itu milik siapa," ujarnya.

Klarifikasi ini memunculkan berbagai spekulasi lainnya. Sebagian menduga mobil tersebut merupakan milik perusahaan-perusahaan rekanan dari PLN. Namun sejauh ini belum diketahui pemilik mobil tersebut.