Hebat, Usulan Ketua JMSI Gorontalo Langsung Direspon Kapolda

Ketua JMSI Gorontalo Ridwan Mooduto/Net
Ketua JMSI Gorontalo Ridwan Mooduto/Net

Ketua JMSI Gorontalo Ridwan Mooduto meminta agar pihak kepolisian mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai profesi dari seorang wartawan saat melakukan peliputan peristiwa di lapangan. Informasi yang jelas menurutnya akan meminimalisir potensi kekerasan terhadap pekerja pers tersebut saat melakukan liputan terutama dalam situasi ricuh seperti ricuh unjuk rasa.


"Tak hanya dikalangan prajurit, namun ditingkat pimpinan, seperti Kapolres sampai Kapolsek harus mendapatkan informasi dan pemahaman terkait profesi wartawan saat meliput," katanya dalam audiensi organisasi media dan wartawan ke Polda Gorontalo, pada Sabtu (17/10/2020).

Usulan ini langsung direspon oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Akhmad Wiyagus. Ia mengatakan akan segera merealisasikan usulan yang disampaikan Ketua JMSI Gorontalo tersebut agar dalam setiap pendidikan kepolisian, diberikan ruang kepada media dan wartawan untuk memberikan penjelasan terkait kerja di lapangan, terutama berinteraksi dengan aparat, termasuk kepolisian.

“Saya minta usulan JMSI Gorontalo agar segera direalisasikan, biar mereka para calon anggota kepolisian yang menempuh, mendapatkan informasi terkait UU Pers,” kata Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus, saat menerima perwakilan organisasi media dan wartawan, di Mapolda Gorontalo, pada Sabtu (17/10).

Menurut Kapolda, meski tak diatur dalam kurikulum pendidikan di SPN Gorontalo, ia akan berupaya, memberikan ruang kepada awak media dan wartawan dalam memberikan informasi seputar kerja jurnalis saat melakukan liputan dilapangan.

“Memang terkait hal ini (UU pers) tak ada kurikulumnya, namun guna memberikan pemahaman, menurut saya usulan JMSI Gorontalo ini, merupakan ide cemerlang,” tegasnya dihadap para pemimpin organisasi profesi wartawan dan organisasi perusahan pers di Gorontalo.

Antusias Akhmad Wiyagus yang juga mantan Wakapolda Jabar dalam merealisasikan masukan JMSI, tentu diharapkan dapat menekan kekerasan pers, apalagi pertemuan ini dilakukan pasca aksi wartawan di Markas Polda Gorontalo oleh para jurnalis, atas dugaan kekerasan terhadap beberapa rekan se profesi yang mendapatkan perlakuan kekerasan menjalankan tugas profesi kewartwanan, ketika melakukan liputan Aksi menolak UU Omnibus Law, di simpang lima Telaga-Kota Gorontalo.

Kapolda berharap, adanya penyampaian informasi terkait kerja wartawan kepada anggotanya, diharapkan dapat menjalin kerjasama yang saling menghargai, saat menjalankan tugas masing-masing.

Pada kesempatan itu, Kapolda meminta maaf kepada wartawan dan media, atas dugaan kekerasan pers, namun ia menyarankan agar, bilamana wartawan yang mengalami kekerasan keberatan, dapat melayangkan laporan ke pihaknya melalui Propam Polda Gorontalo, sehingga persoalan ini menuai titik terang.

Selain JMSI, hadir dalam pertemuan dengan Kapolda yakni PWI, AJI, IJTI, AMSI dan SMSI.