Haris Kelana Damanik: Kolaborasi OPD Tentukan Keberhasilan Wisata Sejarah dan Kesehatan di Medan

Haris Kelana Damanik/Ist
Haris Kelana Damanik/Ist

Program Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk mengembangkan potensi wisata sejarah dan wisata kesehatan di Kota Medan tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemko Medan.


Karena itu, untuk mempercepat perwujudan program tersebut seluruh OPD harus benar-benar mampu bekerja maksimal dengan berbagai inovasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan Haris Kelana Damanik.

”Keinginan Walikota menjadikan Kota Medan tujuan wisata patut kita dukung karena Medan memiliki potensi yang cukup besar. Baik itu wisata sejarah, kuliner dan kesehatan," ujarnya, Senin (8/8/2022).

Ditambahkan, pihaknya selaku anggota DPRD Medan mendukung penuh Walikota Medan dalam upaya peningkatan sektor wisata di kota Medan. Tentu, dukungan itu kata Haris guna meningkatkan sumber Pendapatan Asali Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Menurut Haris, ada beberapa destinasi wisata yang memiliki potensi besar, seperti bangunan sejarah di kawasan Lapangan Merdeka. Bahkan ada lagi destinasi wisata sejarah seperti yakni Maha Vihara Maitreya merupakan wihara terbesar di Asia Tenggara, dan Kuil Shri Mariamman merupakan kuil Hindu tertua yang dibangun 1884.

Begitu juga, Graha Maria Annai Velangkanni merupakan gereja umat Katolik India Tamil pada abad 19, Rumah Tjong A Fie yang memiliki arsitektur Eropa dan Tiongkok, serta Masjid Raya Al Mashun dibangun 1906 dan rampung 1909. Belum lagi situs sejarah cina di Danau Siombak Medan Marelan.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Medan diharapkan berkolaborasi dengan OPD lain bahkan pihak swasta agar dapat mengembangkan destinasi wisata tersebut. "Kita juga berharap masyarakat khususnya pengelola bangunan saat ini dapat mendukung program Pemko Medan," pinta Haris Kelana.

Bahkan program Walikota Medan Bobby Afif Nasution menjadikan kota Medan sebagai tujuan wisata kesehatan harus didukung. Untuk itu Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi serta RSUD Medan Labuhan (Bachtiar Djafar) supaya mampu meningkatkan pelayanan kesehatan.

"Dinas Kesehatan harus mampu membina dan sosialisasi kepada RS milik Pemko, Puskesmas dan seluruh pihak RS Swasta di Medan agar masing masing mendukung program Pemko Medan sehingga terbukti mampu meningkatkan pelayanan kesehatan. Pengawasan dan pembinaan dari Dinas Kesehatan harus  maksimal," demikian Haris Kelana.