Hanya Kenal Capres, Warga Milih Caleg Secara Acak Di Deli Serdang

Antusias warga untuk mendatangi TPS guna memberikan suaranya pada Pemilu 2019 sudah terlihat sejak pagi, Rabu (17/4/2019). Mereka mengaku sangat ingin memberikan suara pada pemilu serentak pertama ini.

Namun beberapa warga mengaku pilihan yang sudah mereka tetapkan dalam hati hanya untuk capres dan cawapres. Sedangkan untuk caleg, mereka akan melakukannya secara acak karena mengaku tidak kenal.

"Mau bagaimana lagi saya sama sekali tidak tau bahkan salah satu diantara banyak nama itu. Ya bismillah saja, semoga tidak salah pilih," ucap Fandi saat ditemui di TPS 21 Desa Hamparan Perak, Deli Serdang.



Masyarakat yang hadir mengaku sama sekali tak mengenal calon legislatif yang mencalonkan diri di daerah pilihan mereka tersebut. Alhasil contoh surat suara yang ditempel di dinding-dinding TPS ramai didatangi oleh masyarakat yang hanya ingin tau siapa-siapa saja calon anggota legislatif yang akan mereka pilih.

Meskipun ada banyak alat peraga kampanye seperti spanduk, poster, dan selebaran yang ditempel-tempel di jalanan masyarakat mengaku tidak terlalu memperhatikannya, ditambah banyaknya nama calon yang ada membuat mereka tambah kebingungan saat menentukan pilihan calon legislatifnya.


Antusias warga untuk mendatangi TPS guna memberikan suaranya pada Pemilu 2019 sudah terlihat sejak pagi, Rabu (17/4/2019). Mereka mengaku sangat ingin memberikan suara pada pemilu serentak pertama ini.

Namun beberapa warga mengaku pilihan yang sudah mereka tetapkan dalam hati hanya untuk capres dan cawapres. Sedangkan untuk caleg, mereka akan melakukannya secara acak karena mengaku tidak kenal.

"Mau bagaimana lagi saya sama sekali tidak tau bahkan salah satu diantara banyak nama itu. Ya bismillah saja, semoga tidak salah pilih," ucap Fandi saat ditemui di TPS 21 Desa Hamparan Perak, Deli Serdang.



Masyarakat yang hadir mengaku sama sekali tak mengenal calon legislatif yang mencalonkan diri di daerah pilihan mereka tersebut. Alhasil contoh surat suara yang ditempel di dinding-dinding TPS ramai didatangi oleh masyarakat yang hanya ingin tau siapa-siapa saja calon anggota legislatif yang akan mereka pilih.

Meskipun ada banyak alat peraga kampanye seperti spanduk, poster, dan selebaran yang ditempel-tempel di jalanan masyarakat mengaku tidak terlalu memperhatikannya, ditambah banyaknya nama calon yang ada membuat mereka tambah kebingungan saat menentukan pilihan calon legislatifnya.