Hal Ini Yang Bikin Sakhyan Asmara Percaya Diri Maju Pilkada Medan 2020

Bakal Calon (Balon) Walikota Medan Sakhyan Asmara mengaku tetap percaya diri maju di Pilkada Medan 2020. Sakhyan mengatakan Para Balon Walikota Medan yang lain bukan lawannya, melainkan mitranya. "Saya berangkat dengan penuh rasa percaya diri dan prinsip saya memang seluruh balon ataupun tokoh yang mendaftar di partai politik dan kemudian namanya disebut sebagai balon walikota adalah mitra politik bukan lawan politik," katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (4/1). Sejalan dengan itu, menurut Sakhyan para Balon Walikota Medan yang muncul adalah orang-orang bertekad memajukan Kota Medan dan pantas masuk di Bursa Pilkada Medan. "Jadi bagi saya kemunculan nama-nama misalnya nama Bobby, ada Akhyar sebagi Petahana, ada kemudian tokoh Gerindra Ihwan Ritonga. Bagi saya nama-nama itu adalah nama-nama yang pantas masuk bursa pemilihan Walikota Medan dan bertekad untuk berkontribusi bagi pembangunan Kota Medan," paparnya. Lanjut Sakhyan, kemunculan nama-nama tokoh tersebut tidak membuatnya merasakan beban dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang. "Alhamdulillah sampai sejauh ini saya tidak punya beban mental untuk masuk bursa pemilihan walikota. Sebab pertama, berangkat dari satu niat untuk membangun kota dengan modal yang saya miliki, yaitu modal rasa percaya diri yang saya miliki, integrasi, isi hati dan isi otak," ujarnya. Selain itu, Sakhyan menjelaskan bahwa ia bertekad untuk lebih menunjukkan modal program yang ditawarkannya, daripada modal kantong. "Modal program, bukan modal isi kantong. Saya tidak terbebankan oleh keinginan untuk menyiapkan modal yang banyak dalam bertarung. Nah secara kebetulan semua partai yang saya datangi, yang saya daftar alhamdulilah sampai sejauh ini juga tidak memberikan bayangan itu. Partai itu Gerindra, PAN, Golkar, Hanura, Demokrat, dan P3," paparnya. Sakhyan menegaskan bahwa sejauh ini ia optimis dalam menghadapi pilkada nanti. Lanjut Sakhyan, ia sekarang tidak konsentrasi di banyak partai lagi, melainkan di Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat. "Tapi keenam partai tempat saya mendaftar itu saya masih menaruh harapan apabila teradi perubahan-perubahan. Saya makanya merasa rasa percaya diri saya tinggi ya karena itu tadi. Tidak ada beban mental itu aja yang membuat rasa percaya diri saya itu tinggi," pungkasnya.[R]


Bakal Calon (Balon) Walikota Medan Sakhyan Asmara mengaku tetap percaya diri maju di Pilkada Medan 2020. Sakhyan mengatakan Para Balon Walikota Medan yang lain bukan lawannya, melainkan mitranya. "Saya berangkat dengan penuh rasa percaya diri dan prinsip saya memang seluruh balon ataupun tokoh yang mendaftar di partai politik dan kemudian namanya disebut sebagai balon walikota adalah mitra politik bukan lawan politik," katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (4/1). Sejalan dengan itu, menurut Sakhyan para Balon Walikota Medan yang muncul adalah orang-orang bertekad memajukan Kota Medan dan pantas masuk di Bursa Pilkada Medan. "Jadi bagi saya kemunculan nama-nama misalnya nama Bobby, ada Akhyar sebagi Petahana, ada kemudian tokoh Gerindra Ihwan Ritonga. Bagi saya nama-nama itu adalah nama-nama yang pantas masuk bursa pemilihan Walikota Medan dan bertekad untuk berkontribusi bagi pembangunan Kota Medan," paparnya. Lanjut Sakhyan, kemunculan nama-nama tokoh tersebut tidak membuatnya merasakan beban dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang. "Alhamdulillah sampai sejauh ini saya tidak punya beban mental untuk masuk bursa pemilihan walikota. Sebab pertama, berangkat dari satu niat untuk membangun kota dengan modal yang saya miliki, yaitu modal rasa percaya diri yang saya miliki, integrasi, isi hati dan isi otak," ujarnya. Selain itu, Sakhyan menjelaskan bahwa ia bertekad untuk lebih menunjukkan modal program yang ditawarkannya, daripada modal kantong. "Modal program, bukan modal isi kantong. Saya tidak terbebankan oleh keinginan untuk menyiapkan modal yang banyak dalam bertarung. Nah secara kebetulan semua partai yang saya datangi, yang saya daftar alhamdulilah sampai sejauh ini juga tidak memberikan bayangan itu. Partai itu Gerindra, PAN, Golkar, Hanura, Demokrat, dan P3," paparnya. Sakhyan menegaskan bahwa sejauh ini ia optimis dalam menghadapi pilkada nanti. Lanjut Sakhyan, ia sekarang tidak konsentrasi di banyak partai lagi, melainkan di Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat. "Tapi keenam partai tempat saya mendaftar itu saya masih menaruh harapan apabila teradi perubahan-perubahan. Saya makanya merasa rasa percaya diri saya tinggi ya karena itu tadi. Tidak ada beban mental itu aja yang membuat rasa percaya diri saya itu tinggi," pungkasnya.