Haji Asiong, Bupati Labusel Yang On The Track Memperjuangkan Wong Cilik

Bupati Labuhabatu Selatan H. Edimin menyambut kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Labusel pada 3 Agustus 2021/RMOLSumut
Bupati Labuhabatu Selatan H. Edimin menyambut kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Labusel pada 3 Agustus 2021/RMOLSumut

Sejak masa kampanye Pilkada 2020 hingga menjabat Bupati Labuhabatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara pada 22 Juli 2021, H. Edimin yang akrab disapa Haji Asiong, selalu menekankan empat hal. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi.


Empat bidang itu difokuskan sebagai bentuk kecintaan kepada masyarakat bawah, wong cilik.

Sesuai dengan ciri Presiden pertama RI Soekarno, Haji Edimin juga memiliki idealisme tinggi dan rencana-rencana berani. Itu dilakukan untuk mewujudkan Labusel yang sejahtera dan bermartabat.

Sebulan menjabat bupati yang berbatasan dengan Provinsi Riau itu, Haji Asiong rajin blusukan ke tempat pelayanan publik, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan RSUD Kotapinang.

Sidak yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, juga menyasar perusahaan perkebunan yang diduga melakukan pelanggaran.

Misalnya, sidak di Pabrik Kelapa Sawit PT. Tolan Tiga Indonesia ( PT.TTI) Perlabian Estate Perkebunan Perlabian di Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel (9/8/2022), Haji Asiong menyoroti pengaplikasian limbah (land aplication) yang selama ini kerap menjadi keresahan masyarakat sekitar.

Sidak Bupati yang diusung koalisi PDI Perjuang dan PKP Indonesia itu mendapat respons positif di tengah masyarakat. Dengan sidak tersebut, kerja-kerja pemerintahan semakin meningkat, dan pelayanan kepada publik semakin bagus.

Saat sidak di RSUD Kotapinang (18/8/2021), Haji Edimin menyoroti soal pelayanan dan kebersihan. Didampingi Wakil Bipati Labusel, Ahmad Padli Tanjung, Haji Asiong menekankan kepada pihak RSUD, jangan sampai ada pasien yang ditolak karena persoalan biaya.

"Pelayanan harus diutamakan. Jangan ada lagi, datang pasien, yang ditanya, 'mana KIS-nya Pak, mana BPJS-nya Bu?'. Jangan. Tangani dulu, apalagi yang kritis, administrasi baru menyusul," ujar Haji Asiong yang saat itu juga didampingi oleh salah satu dokter RSUD.

Dengan empat fokus ke depan: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi, Haji Asiong mengajak semua stakeholder agar sama-sama mengambil peran dalam membenahi dan membangun Labusel.

Dan dalam beberapa kesempatan, mantan Ketua DPRD Labusel itu sering menyampaikan, di masa kepemimpinannya tidak ada jual beli jabatan, dan tidak ada biaya masuk honorer yang bukan rahasia umum terjadi di bumi "Santun Berkata Bijak Berkarya".

Bersama wakilnya Ahmad Padli, Haji Asiong bertekad bahwa jabatan yang sekarang diemben adalah ladang ibadah, yang bertujuan untuk membantu masyarakat luas.