Gowes Gembira Bareng Relawan, Bobby Nasution Siap Tambah RTH di Kota Medan

Muhammad Bobby Afif Nasution bertekad menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gowes Gembira yang digelar relawan Bona Center di Stadion Teladan Medan, Minggu (13/9/2020) pagi. Terkait RTH di Kota Medan harusnya jika mengikuti Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW) Medan, Kota Medan membutuhkan 30% Ruang Terbuka Hijau. Namun faktanya menurut data yang dimiliki Gubernur Sumut, RTH Kota Medan hanya berjumlah 7%. Maka Bobby Nasution kembali menyoroti anggaran besar yang selama ini telah dikelola Pemko Medan dalam lima tahun terakhir. Tak tanggung anggaran yang dikelola Pemko Medan nyaris di angka Rp30 Triliun dalam lima tahun ini. Namun fakta pembangunan masih jauh dari harapan warga Medan. Termasuk juga minimnya RTH di Kota Medan. “Kegiatan gowes kita pagi ini kan untuk menyehatkan badan, meningkatkan imun agar tidak mudah sakit. Namun salah satu cara meningkatkan imun yang terbaik adalah dengan menjaga kondisi mental kita agar tidak stres,” kata Bobby Nasution. Bagaimana agar tidak mudah stres hidup di perkotaan? Bobby menjelaskan salah satunya dengan memandang yang hijau-hijau berupa pertamanan di tengah kota atau RTH itu sendiri. “APBD rata-rata Rp6 Triliun per tahun, dalam lima tahun mencapai Rp30 T. Anggaran besar namun taman pun tidak bertambah. Belum lagi infrastruktur lain, jalan rusak, banjir masih terjadi. Seharusnya bisa itu dengan anggaran sebesar itu,” lanjut Bobby Nasution. Maka dengan kondisi yang dialami warga Medan, Bobby memisalkannya dengan keadaan di kota terbesar kedua di tanah air: Surabaya. “Di Surabaya orang kampanye, akan melanjutkan kinerja Ibu Risma (wali kota Surabaya), maka dia pun dipilih. Di Medan, kalau saya bilang akan melanjutkan kerja wali kota sebelumnya, bagaimana setuju apa menolak?” tanya Bobby. Warga yang hadir pun serempak menjawab: menolak…! Artinya, perlu ada pembaruan dalam manajemen di Pemko Medan untuk Medan yang lebih baik, lebih berkah. Sesuai dengan tagline utama pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman, #KolaborasiMedanBerkah. Bobby juga menyoroti fitnah yang dialamatkan pada dirinya. Ada yang mengatakan Bobby Nasution tidak lahir di Medan. “Itu jelas fitnah, karena saya lahir di Medan. Dan saya banyak tinggal di luar Medan, itu untuk menyerap ilmu yang akan diterapkan di Medan. Soal pengalaman dan usia bukan halangan, yang penting adalah pikiran kita mau tidak memajukan Kota Medan,” beber Menantu Presiden Joko Widodo itu. Tampak hadir Ketua Sekretariat Bersama Relawan, Meryl Saragih. Ketua Bona Center Yofie dan sejumlah relawan dari sejumlah kecamatan di Kota Medan. Pada kegiatan gowes itu, panitia membuka start di Lapangan Merdeka Medan dan finish tepat di depan Stadion Teladan.[R]


Muhammad Bobby Afif Nasution bertekad menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Medan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gowes Gembira yang digelar relawan Bona Center di Stadion Teladan Medan, Minggu (13/9/2020) pagi. Terkait RTH di Kota Medan harusnya jika mengikuti Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW) Medan, Kota Medan membutuhkan 30% Ruang Terbuka Hijau. Namun faktanya menurut data yang dimiliki Gubernur Sumut, RTH Kota Medan hanya berjumlah 7%. Maka Bobby Nasution kembali menyoroti anggaran besar yang selama ini telah dikelola Pemko Medan dalam lima tahun terakhir. Tak tanggung anggaran yang dikelola Pemko Medan nyaris di angka Rp30 Triliun dalam lima tahun ini. Namun fakta pembangunan masih jauh dari harapan warga Medan. Termasuk juga minimnya RTH di Kota Medan. “Kegiatan gowes kita pagi ini kan untuk menyehatkan badan, meningkatkan imun agar tidak mudah sakit. Namun salah satu cara meningkatkan imun yang terbaik adalah dengan menjaga kondisi mental kita agar tidak stres,” kata Bobby Nasution. Bagaimana agar tidak mudah stres hidup di perkotaan? Bobby menjelaskan salah satunya dengan memandang yang hijau-hijau berupa pertamanan di tengah kota atau RTH itu sendiri. “APBD rata-rata Rp6 Triliun per tahun, dalam lima tahun mencapai Rp30 T. Anggaran besar namun taman pun tidak bertambah. Belum lagi infrastruktur lain, jalan rusak, banjir masih terjadi. Seharusnya bisa itu dengan anggaran sebesar itu,” lanjut Bobby Nasution. Maka dengan kondisi yang dialami warga Medan, Bobby memisalkannya dengan keadaan di kota terbesar kedua di tanah air: Surabaya. “Di Surabaya orang kampanye, akan melanjutkan kinerja Ibu Risma (wali kota Surabaya), maka dia pun dipilih. Di Medan, kalau saya bilang akan melanjutkan kerja wali kota sebelumnya, bagaimana setuju apa menolak?” tanya Bobby. Warga yang hadir pun serempak menjawab: menolak…! Artinya, perlu ada pembaruan dalam manajemen di Pemko Medan untuk Medan yang lebih baik, lebih berkah. Sesuai dengan tagline utama pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman, #KolaborasiMedanBerkah. Bobby juga menyoroti fitnah yang dialamatkan pada dirinya. Ada yang mengatakan Bobby Nasution tidak lahir di Medan. “Itu jelas fitnah, karena saya lahir di Medan. Dan saya banyak tinggal di luar Medan, itu untuk menyerap ilmu yang akan diterapkan di Medan. Soal pengalaman dan usia bukan halangan, yang penting adalah pikiran kita mau tidak memajukan Kota Medan,” beber Menantu Presiden Joko Widodo itu. Tampak hadir Ketua Sekretariat Bersama Relawan, Meryl Saragih. Ketua Bona Center Yofie dan sejumlah relawan dari sejumlah kecamatan di Kota Medan. Pada kegiatan gowes itu, panitia membuka start di Lapangan Merdeka Medan dan finish tepat di depan Stadion Teladan.