Golkar Siapkan 9 Juta Saksi Di Pemilu 2024

Airlangga Hartarto/Net
Airlangga Hartarto/Net

Partai Golkar akan lakukan revitalisasi struktur organisasi masyarakat (Ormas) yang mendirikan dan didirikan partai dalam menatap kemenangan Pemilu Serentak 2024.


Begitu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dalam pelantikan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong-Royong (Kosgoro) 1957 di Komplek DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (12/11).

Dikatakan Airlangga, revitalisasi itu utamanya adalah mengoptimalkan delapan ormas yang dimiliki Partai Golkar dalam strategi pemenangan dengan menempatkan kader di seluruh TPS.

"Tidak banyak partai yang punya ormas, kalau 8 ormas itu semuanya solid, sederhananya 1 TPS punya 1 kader," kata Airlangga Hartarto.

Salah satunya, kata dia, sudah diinstruksikan partai melalui Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar untuk menempatkan setidaknya 2 orang saksi di masing-masing TPS.

"BSN sudah ditugaskan dua saksi, jadi ada saksi dalam dari BSN dan saksi luar dari ormas, maka itu jumlahnya sudah 10 orang saksi," paparnya.

Masih kata Airlangga, dengan kalkulasi pada Pemilu Serentak 2024 akan ada 900 ribu TPS, maka Partai Golkar akan membutuhkan 9 juta kader untuk mengawasi TPS jika per lokasi diisi 10 orang.

"Ini yang target dibebankan oleh DPP kepada ormas, sederhana saja, kalau kita punya 9 juta kader di TPS minimal dengan jumlah itu target kita menang 20 persen dalam Pileg insyaAllah bisa dicapai," pungkasnya.

Hadir dalam pelantikan itu Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus bersama Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave Laksono.

Turut hadir Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Kosgoro 1957, HR Agung Laksono; Wakil Ketua MPO Kosgoro 1957, Syamsul Bachri; Sekjen PPK Kosgoro 1957, Sabil Rachman; Ketua Dewan Pakar Kosgoro 1957, Ahmad Doli Kurnia; dan Wakil Ketua Dewan Penasihat Kosgoro 1957; Happy Bone Zulkarnain.