GNPF Ulama Binjai: Macron Tidak Belajar, Umat Islam Akan Bangkit Kalau Terus Ditekan!

Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah/RMOLSumut
Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah/RMOLSumut

Pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menyatakan islam adalah agama yang sedang mengalami krisis, ditentang banyak kalangan.


Pernyataan itu diduga akan semakin membuat Perancis menjadi sebuah negara yang akan terus merasa terancam oleh warga yang menganut nilai-nilai islam. 

"Sebelumnya, Perancis sejak 2012 lalu sudah diteror dengan pelaku kekerasan yang berkedokkan islam. Pernyataan Macron itu akan semakin memperparah ketakutan warga Perancis dan menambah panjang rasa kebencian terhadap islam. Ini tidak bisa diteruskan," kata Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah kepada RMOLSumut, Jumat (29/10).

Sanni menduga, pernyataan Macron merupakan bagian dari kampanye islamophobia yang terus didengungkan untuk mendegradasi dan mengelimir pemeluk agama islam di seluruh dunia.

"Tapi, Macron harus ingat. Dia keliru besar, karena pernyataan si Macron ini dapat kembali menghidupkan ghiroh ummat islam dimana pun berada untuk bangkit membela agamanya," kata Sanni.

Dikatakan Sanni, Presiden Perancis yang pernah menjadi semangat anak muda bangkit itu pada pemilihan Presiden di Perancis lalu tidak mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang pernah terjadi.

"Macron tidak belajar. Umat islam siap membela agamanya dari segala para penista yang menekan. Jika ini terus berulang, maka pada akhirnya akan menimbulkan sikap saling benci dan curiga antar umat islam dengan penganut agama lain. Yang ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan kekacauan," demikian Sanni.