GMKI Minta PT Aquafarm Nusantara Angkat Kaki Dari Danau Toba

Kalangan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta agar PT Aquafarm Nusantara segera angkat kaki dari Danau Toba. Seruan ini mereka sampaikan melalui berbagai aksi termasuk salah satunya dengan memampangkan sejumlah spanduk bertuliskan 'PT Aquafarm Harus Angkat Kaki Dari Danau Toba Sekarang Juga' dan juga spanduk bertuliskan 'Cabut izin PT Aquafarm Perusak Danau Toba' pada pagar Kantor Sekretariat GMKI Medan di Jalan Iskandar Muda, Medan.

Ketua BPC GMKI Medan, Hendra Manurung mengatakan desakan ini mereka sampaikan karena merasa yakin bahwa aktor dibalik banyaknya bangkai ikan yang dibuang dengan cara ditenggelamkan ke dasar Danau Toba adalah perusahaan berstatus milik asing tersebut.

"Kalau kita lihat korporasi terbesar perikanan di Danau Toba itu kan PT Aquafarm. Dengan segitu banyaknya bangkai ikan saya pikir perikanan rakyat nggak akan memenuhi banyaknya itu," katanya, Kamis (31/1/2019).

GMKI menurut Hendra juga mendesak agar aparat penegak hukum serius dalam menyelidiki kasus ini. Sebab, aksi pencemaran Danau Toba merupakan kejahatan luar biasa mengingat danau tersebut menjadi salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat disana. Selain itu, aksi pencemaran ini juga menurutnya menjadi bentuk sikap melawan kepada kebijakan pemerintah yang sudah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

"Harus diusut tuntas itu ke jalur hukum siapa pelakunya, karena Danu Toba kan dicanangkan jadi tujuan wisata bertaraf internasional. Jika terbukti, Aquafarm harus angkat kaki dari Danau Toba," pungkasnya.


Kalangan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta agar PT Aquafarm Nusantara segera angkat kaki dari Danau Toba. Seruan ini mereka sampaikan melalui berbagai aksi termasuk salah satunya dengan memampangkan sejumlah spanduk bertuliskan 'PT Aquafarm Harus Angkat Kaki Dari Danau Toba Sekarang Juga' dan juga spanduk bertuliskan 'Cabut izin PT Aquafarm Perusak Danau Toba' pada pagar Kantor Sekretariat GMKI Medan di Jalan Iskandar Muda, Medan.

Ketua BPC GMKI Medan, Hendra Manurung mengatakan desakan ini mereka sampaikan karena merasa yakin bahwa aktor dibalik banyaknya bangkai ikan yang dibuang dengan cara ditenggelamkan ke dasar Danau Toba adalah perusahaan berstatus milik asing tersebut.

"Kalau kita lihat korporasi terbesar perikanan di Danau Toba itu kan PT Aquafarm. Dengan segitu banyaknya bangkai ikan saya pikir perikanan rakyat nggak akan memenuhi banyaknya itu," katanya, Kamis (31/1/2019).

GMKI menurut Hendra juga mendesak agar aparat penegak hukum serius dalam menyelidiki kasus ini. Sebab, aksi pencemaran Danau Toba merupakan kejahatan luar biasa mengingat danau tersebut menjadi salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat disana. Selain itu, aksi pencemaran ini juga menurutnya menjadi bentuk sikap melawan kepada kebijakan pemerintah yang sudah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

"Harus diusut tuntas itu ke jalur hukum siapa pelakunya, karena Danu Toba kan dicanangkan jadi tujuan wisata bertaraf internasional. Jika terbukti, Aquafarm harus angkat kaki dari Danau Toba," pungkasnya.