Global Qurban-ACT Bagikan Kurban Ke Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

Warga penerima manfaat Global Qurban-ACT/Ist
Warga penerima manfaat Global Qurban-ACT/Ist

Erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu lalu membuat warga masih was-was. Di tengah kerugian yang harus mereka rasakan. Kehadiran kurban Global Qurban-ACT diharapkan membawa kebahagiaan bagi mereka saat ini.


Demikian disampaikan Ilham Moehammad dari tim program ACT Sumatera Utara saat menyerahkan kurban. Ia menjelaskan pada perayaan kurban tahun ini, ada sebanyak empat ekor sapi kurban didistribusikan untuk warga sekitar area terdampak.

“Kurban di Karo kita fokuskan untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung. Lokasi pendistribusian berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Sinabung, yakni Desa Sigarag Garang, Kuta Gugung, Kuta Rakyat dan Kuta Mbelin. Mudah-mudahan hadirnya amanah kurban dermawan pada tahun ini, mampu melipur duka mereka akibat dari bencana,” jelas Ilham.

Diketahui, Gunung Sinabung di Tanah Karo kembali erupsi pada Senin (19/7/2021) kamarin. Erupsi Gunung Sinabung membuat tanaman sayur warga yang siap panen mati sehingga banyak warga yang menderita kerugian. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga membuat warga di sekitar kaki gunung harus segera direlokasi. 

Noni beru Pandia, warga yang saat ini mengungsi ke Desa Sigarang Garang mengatakan, sebagai petani, dia sering mengalami kerugian akibat erupsi Gunung Sinabung. Tanaman rusak terkena abu vulkanik dan dia hanya bisa pasrah. 

Selain tanaman yang sering rusak, rumah Noni juga hancur akibat erupsi besar yang terjadi 2018 lalu. Saat ini ia mengungsi ke Desa Sigarang-Garang, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Saat erupsi terjadi, dirinya selalu diselimuti was-was namun tak bisa berbuat banyak. 

“Katanya kami mau direlokasi akhir Juli ini. Tapi kita tidak tahu. Mudah-mudahan bisa segera terlaksana. Kita kalau sudah erupsi was-was juga,” ungkapnya. 

Noni yang menjadi salah seorang penerima manfaat pun bersyukur, sebab ia merasa masih banyak yang peduli terhadap nasib penduduk di kaki Gunung Sinabung. Kehadiran daging kurban ini juga sangat mereka nantikan karena sejak masjid di daerah tersebut hancur akibat erupsi 2018 lalu, belum ada masyarakat yang berkurban lagi.