Gapkindo: 25 Persen Produksi Karet Nasional Turun Akibat Cendawan Pestalotiopsis





Serangan cendawan Pestalotiopsis membuat produktifitas tanaman karet menurut drastis pada sejumlah wilayah di Indonesia. Data dari pihak kementerian pertanian penyakit tanaman ini menyerang 382 ribu hektar yang tersebar pada beberapa provinsi seperti Sumatera Selatan, Riau hingga ke Sumatera Utara.





Yang terbesar itu di Sumatera Selatan," kata Wakil Ketua Bidang Produksi Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Pusat, Kacuk Sumarto, disela Bimbingan Teknis 'Mencegah dan Mengatasi Gugur Daun Akibat Infeksi Pestalotiopsis' di Kebun Paya Pinang, Tebing Tinggi, Rabu (4/9/2019).





Kacuk menjelaskan, luasnya tanaman karet yang diserang cendawan Pestalotiopsis ini sudah mereduksi produksi karet nasional. Dengan angka tersebut, Gapkindo memperkirakan sekitar 600 hingga 700 ribu ton produktifitas tanaman karet akan menurun.

"Jumlah ini sekitar 20-25 persen dari total produktifitas nasional yang mencapai 3,5 juta ton per tahun," ujarnya.





Kacuk mengatakan, kondisi ini harus segera direspon oleh pemerintah pusat dengan menurunkan tim ahli mereka memberikan bimbingan teknis kepada petani karet. Secara khusus penanganan persoalan ini menurutnya sangat penting terutama bagi kalangan petani karet, karena tanaman mereka yang paling rentan.





Perawatan tanaman mereka kan tidak sebaik yang dilakukan perusahaan. Jadi mereka sangat rentan," pungkasnya. [su_endlogo]






Serangan cendawan Pestalotiopsis membuat produktifitas tanaman karet menurut drastis pada sejumlah wilayah di Indonesia. Data dari pihak kementerian pertanian penyakit tanaman ini menyerang 382 ribu hektar yang tersebar pada beberapa provinsi seperti Sumatera Selatan, Riau hingga ke Sumatera Utara.





Yang terbesar itu di Sumatera Selatan," kata Wakil Ketua Bidang Produksi Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Pusat, Kacuk Sumarto, disela Bimbingan Teknis 'Mencegah dan Mengatasi Gugur Daun Akibat Infeksi Pestalotiopsis' di Kebun Paya Pinang, Tebing Tinggi, Rabu (4/9/2019).





Kacuk menjelaskan, luasnya tanaman karet yang diserang cendawan Pestalotiopsis ini sudah mereduksi produksi karet nasional. Dengan angka tersebut, Gapkindo memperkirakan sekitar 600 hingga 700 ribu ton produktifitas tanaman karet akan menurun.

"Jumlah ini sekitar 20-25 persen dari total produktifitas nasional yang mencapai 3,5 juta ton per tahun," ujarnya.





Kacuk mengatakan, kondisi ini harus segera direspon oleh pemerintah pusat dengan menurunkan tim ahli mereka memberikan bimbingan teknis kepada petani karet. Secara khusus penanganan persoalan ini menurutnya sangat penting terutama bagi kalangan petani karet, karena tanaman mereka yang paling rentan.





Perawatan tanaman mereka kan tidak sebaik yang dilakukan perusahaan. Jadi mereka sangat rentan," pungkasnya. [su_endlogo]