Gagasan Nadiem Diterapkan di Medan

Menindaklanjuti program merdeka belajar yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Dinas Pendidikan Kota Medan menggelar sarasehan dengan sejumlah pelaku pendidikan.





Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Medan, Masrul Badri mengatakan bahwa program merdeka belajar sangat baik untuk pengembangan mutu pendidikan.





"Program Nadiem, merdeka belajar merupakan program yang kita nilai sangat baik. Kita melakukan gerak cepat untuk mengaplikasikan program tersebut. Kita mengajak seluruh pendidikan mulai untuk sama-sama menerapkan di Medan," terangnya kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019).





Acara yang dibuka oleh Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution tersebut diharapkan dapat menyeragamkan pandangan tentang pengembangan merdeka belajar di Kota Medan.





Karena menurut Masrul, merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir. Kemerdekaan berpikir itu harus dimulai dari para pengajar.





"Setelah sarasehan ini, sekolah sudah mengaplikasikannya. Karena ini juga sudah menjadi bagian dari program didinas pendidikan Kota Medan untuk mengembangkan pendidikan anak sejak dini," katanya.





Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution dalam sambutannya mengatakan bahwa merdeka belajar bukan hanya sekedar gagasan. Tetapi program yang harus dijalankan untuk membangun masa depan generasi bangsa.





Saat ini, dijelaskan Akhyar jika metode pembelajaraan saat ini sudah bergeser. Sekolah harus mampu memberikan kemerdekaan anak didik dalam mengembangkan intelektualitas. Namun tidak meninggalkan akar budaya bangsa sebagai warga Indonesia.





"Dibatasi oleh etika, budaya kita. Merdeka dalam artian eksplorasi intelektual kemampuan anak. improvisasi dan imajinasi harus dibangun dengan baik. Karena dunia ini dibangun oleh orang yang bermimpi. Kita harus mendorong anak berkreasi dan berimajinasi dengan baik," katanya.[R]


Menindaklanjuti program merdeka belajar yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Dinas Pendidikan Kota Medan menggelar sarasehan dengan sejumlah pelaku pendidikan.





Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Medan, Masrul Badri mengatakan bahwa program merdeka belajar sangat baik untuk pengembangan mutu pendidikan.





"Program Nadiem, merdeka belajar merupakan program yang kita nilai sangat baik. Kita melakukan gerak cepat untuk mengaplikasikan program tersebut. Kita mengajak seluruh pendidikan mulai untuk sama-sama menerapkan di Medan," terangnya kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019).





Acara yang dibuka oleh Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution tersebut diharapkan dapat menyeragamkan pandangan tentang pengembangan merdeka belajar di Kota Medan.





Karena menurut Masrul, merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir. Kemerdekaan berpikir itu harus dimulai dari para pengajar.





"Setelah sarasehan ini, sekolah sudah mengaplikasikannya. Karena ini juga sudah menjadi bagian dari program didinas pendidikan Kota Medan untuk mengembangkan pendidikan anak sejak dini," katanya.





Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution dalam sambutannya mengatakan bahwa merdeka belajar bukan hanya sekedar gagasan. Tetapi program yang harus dijalankan untuk membangun masa depan generasi bangsa.





Saat ini, dijelaskan Akhyar jika metode pembelajaraan saat ini sudah bergeser. Sekolah harus mampu memberikan kemerdekaan anak didik dalam mengembangkan intelektualitas. Namun tidak meninggalkan akar budaya bangsa sebagai warga Indonesia.





"Dibatasi oleh etika, budaya kita. Merdeka dalam artian eksplorasi intelektual kemampuan anak. improvisasi dan imajinasi harus dibangun dengan baik. Karena dunia ini dibangun oleh orang yang bermimpi. Kita harus mendorong anak berkreasi dan berimajinasi dengan baik," katanya.