Fordek FISIP PTM Diminta Ikut Perbaiki Jeleknya Komunikasi Politik

Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah (Fordek PTM) se-Indonesia harus ikut terlibat memberi kontribusi dalam upaya memberpaiki jeleknya komunikasi politik yang terjadi belakangan ini. Permintaan seperti itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Gunawan Budianto dalam sambutannya saat membuka acara Raker Fordek PTM, di Kampus Fisipol UMY, Jumat (10/1). "Saat ini, komunikasi politik yang terjadi amat jelek. Susah kita mendapatkan komunikasi politik yang baik. Para dekan FISIP PTM harus ikut memperbaikinya," cetusnya. Gunawan melanjutkan, yang muncul belakangan seperti pertarungan. Para elit seperti petarung, alhasil ada yang menang dan ada yang kalah. Fenomena di daerah, kepala daerah tak mau melepas identitas partainya, padahal dia sudah jadi milik semua masyarakat. "Ini tak baik untuk demokrasi dan penyelenggaraan kenegaraan di Indonesia. Ini harus diperbaiki," lanjutnya. Menurut Gunawan, Fordek FISIP PTM bisa memberi kontribusi dalam bentuk naskah atau kertas kerja di berbagai aspek yang memang bagian dari kompetensinya. Selain itu, bisa juga lewat muatan atau materi yang dimasukkab di kurikulum, seperti adanya perspektif politik lokal yang tujuannya mampu membangun budaya politik lokal sesuai karakter masing-masing daerah. Sebelumnya, Ketua Fordek PTM Dr. Titin Purwaningsih menyampaikan, forum dekan ini beranggotakan 26 dekan atau pimpinan yang memiliki fakultas atau sekolah tinggi ilmu sosial dan politik. Kegiatan dua hari di Fisipol UMY, selain silaturrahim, memperkuat komunikasi juga sekaligus melakukan Rapat Kerja dan Workshop Peran Fakultas dalam Akreditasi Prodi 4.0. Dekan FISIP UMSU, Dr. Arifin Saleh yang hadir dalam pertemuan menyambut positif ajakan Rektor UMY. "Memang semua elemen harus ikut berkontribusi sekecil apa pun untuk perbaikan kehidupan dan kemajuan bangsa. FISIP UMSU siap memberi kontribusi," tegas Arifin.[R]


Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah (Fordek PTM) se-Indonesia harus ikut terlibat memberi kontribusi dalam upaya memberpaiki jeleknya komunikasi politik yang terjadi belakangan ini. Permintaan seperti itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Gunawan Budianto dalam sambutannya saat membuka acara Raker Fordek PTM, di Kampus Fisipol UMY, Jumat (10/1). "Saat ini, komunikasi politik yang terjadi amat jelek. Susah kita mendapatkan komunikasi politik yang baik. Para dekan FISIP PTM harus ikut memperbaikinya," cetusnya. Gunawan melanjutkan, yang muncul belakangan seperti pertarungan. Para elit seperti petarung, alhasil ada yang menang dan ada yang kalah. Fenomena di daerah, kepala daerah tak mau melepas identitas partainya, padahal dia sudah jadi milik semua masyarakat. "Ini tak baik untuk demokrasi dan penyelenggaraan kenegaraan di Indonesia. Ini harus diperbaiki," lanjutnya. Menurut Gunawan, Fordek FISIP PTM bisa memberi kontribusi dalam bentuk naskah atau kertas kerja di berbagai aspek yang memang bagian dari kompetensinya. Selain itu, bisa juga lewat muatan atau materi yang dimasukkab di kurikulum, seperti adanya perspektif politik lokal yang tujuannya mampu membangun budaya politik lokal sesuai karakter masing-masing daerah. Sebelumnya, Ketua Fordek PTM Dr. Titin Purwaningsih menyampaikan, forum dekan ini beranggotakan 26 dekan atau pimpinan yang memiliki fakultas atau sekolah tinggi ilmu sosial dan politik. Kegiatan dua hari di Fisipol UMY, selain silaturrahim, memperkuat komunikasi juga sekaligus melakukan Rapat Kerja dan Workshop Peran Fakultas dalam Akreditasi Prodi 4.0. Dekan FISIP UMSU, Dr. Arifin Saleh yang hadir dalam pertemuan menyambut positif ajakan Rektor UMY. "Memang semua elemen harus ikut berkontribusi sekecil apa pun untuk perbaikan kehidupan dan kemajuan bangsa. FISIP UMSU siap memberi kontribusi," tegas Arifin.