Fadli Zon: Dugaan Kecurangan Pemilu Sangat Mengganggu Masyarakat

Dugaan kecurangan Pemilu dan Pilpres yang mencuat diibaratkan sebagai berburu binatang. Agar tidak menimbulkan luka, dugaan-dugaan tersebut harus segera diatasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dalam program Catatan Demokras TVOne, Selasa (30/4).

"Dari kecurangan itulah kita terlihat sebagai negara demokrasi, tidak mampu menyelenggarakan Pemilu yang jujur dan adil, yang demokratis dan betul-betul mencerminkan suara rakyat," ujar Fadli yang juga Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Fadli menambahkan, pihaknya sangat yakin Paslon 02 Prabowo-Sandi adalah pemenang dalam Pilpres 2019 ini. Namun ia menegaskan pihaknya tetap akan menanti hasil real count yang dilakukan oleh KPU.

Hanya saja, Fadli menyebut keyakinan itu tidak serta merta menghilangkan banyaknya dugaan kecurangan. Pasalnya, masyarakat sangat terganggu dengan dugaan kecurangan itu.

"Tapi kecurangan-kecurangan sebelum, pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu ini tidak bisa dibiarkan dan masyarakat sangat terganggu dengan ini," lanjut Fadli.

Tak hanya itu, Fadli juga mengimbau banyak pihak untuk tidak melontarkan kalimat provokatif yang mengarah pada SARA. Ia mengingatkan kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Mantan Gubernur DKI Ahok BTP, yang menurut Fadli masih menyisakan luka hingga saat ini. [R]


Dugaan kecurangan Pemilu dan Pilpres yang mencuat diibaratkan sebagai berburu binatang. Agar tidak menimbulkan luka, dugaan-dugaan tersebut harus segera diatasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dalam program Catatan Demokras TVOne, Selasa (30/4).

"Dari kecurangan itulah kita terlihat sebagai negara demokrasi, tidak mampu menyelenggarakan Pemilu yang jujur dan adil, yang demokratis dan betul-betul mencerminkan suara rakyat," ujar Fadli yang juga Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Fadli menambahkan, pihaknya sangat yakin Paslon 02 Prabowo-Sandi adalah pemenang dalam Pilpres 2019 ini. Namun ia menegaskan pihaknya tetap akan menanti hasil real count yang dilakukan oleh KPU.

Hanya saja, Fadli menyebut keyakinan itu tidak serta merta menghilangkan banyaknya dugaan kecurangan. Pasalnya, masyarakat sangat terganggu dengan dugaan kecurangan itu.

"Tapi kecurangan-kecurangan sebelum, pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu ini tidak bisa dibiarkan dan masyarakat sangat terganggu dengan ini," lanjut Fadli.

Tak hanya itu, Fadli juga mengimbau banyak pihak untuk tidak melontarkan kalimat provokatif yang mengarah pada SARA. Ia mengingatkan kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Mantan Gubernur DKI Ahok BTP, yang menurut Fadli masih menyisakan luka hingga saat ini.