Ekonom Korea Shin Yoonsung: Hubungan Indonesia dan Korea Selatan Makin Dalam di Masa Pandemi

 Korea Institute for Industrial Economics & Trade, Shin Yoonsung/Ist
Korea Institute for Industrial Economics & Trade, Shin Yoonsung/Ist

Situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan menjadi masalah global telah banyak mengubah situasi perekonomian negara-negara dunia.


Begitu dikatakan Shin Yoonsung dari Korea Institute for Industrial Economics & Trade, dalam internasional webinar bertema "Indonesia-Korea: Enhancing Special Strategic Partnership and Co-prosperity" yang digelar The Korean Center of RMOL bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) secara hybrid dari Rumah Djan, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/11/2021).

Dikatakan Shin Yoonsung, pandemi Covid-19 membuat berbagai negara melakukan langkah-langkah mitigasi dengan pembatasan mobilitas masyarakat.

"Seperti penutupan sekolah, pembatasan bisnis, dan perjalanan yang tidak penting atau bukan kebutuhan pokok," ujar Shin Yoonsung.

Pembatasan mobilitas juga berimplikasi secara tajam pada terbatasnya konsumsi dan investasi, serta membatasi pasokan dan produksi tenaga kerja.

"Akhirnya terjadi kontraksi GDP secara global di angka 3,5 persen di tahun 2020, menjadi resesi terdalam dalam satu dekade terakhir," terangnya.

Pada sisi lain, dia juga optimis situasi akan membaik di tahun 2021 ini. Prediksinya, ekonomi global akan tumbuh 5,6 persen pada tahun 2021.

"Pemulihan ini tidak merata dan lebih besar mencerminkan rebound tajam di beberapa negara besar karena dukungan fiskal yang substansial," katanya.

Khusus dalam hubungan diplomatik Korea Selatan dan Indonesia, menurutnya sangat baik. Kondisi kedua negara, perlahan mulai bangkit dengan kebijakan penanganan pandemi Covid-19 melalui jalan demokratik

"Di situasi pandemi ini, hubungan Korea Selatan dan Indonesia akan semakin dalam, karena Korea Selatan dan Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 dengan jalan demokratik untuk masyarakat," pungkasnya.

Hadir pembicara lainnya Dutabesar Korea Selatan untuk Indonesia Park TaeSung; Ketua GKSB DPR RI-Korea Selatan Edward Tannur dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid serta pembicara kunci Menteri BUMN Erick Thohir.

Turut hadir mantan Dutabesar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi dan Wakil Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Teguh Santosa.