Edy Rahmayadi Prihatin Tak Bisa Lagi Ada Tembakan Meriam Di Lapangan Merdeka

Gubernur Edy Rahmayadi memimpin suasana rapat sinergi pembangunan terintegrasi/RMOLSumut
Gubernur Edy Rahmayadi memimpin suasana rapat sinergi pembangunan terintegrasi/RMOLSumut

Kondisi Lapangan Merdeka Medan yang kini dipenuhi berbagai bangunan pada seluruh sisinya menuai keprihatinan dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.


 Ia mengaku kondisi Lapangan Merdeka saat ini membuat banyak kegiatan sarat makna yang tidak lagi bisa dilakukan di sana.

Salah satunya yakni tembakan meriam tidak bisa lagi dilakukan pada setiap upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Ibdobesia (RI).

"Dulu itu selalu ada tembakan meriam 17 kali yang dilakukan oleh Armed. Sekarang saya tanya Danyon kenapa tidak biaa, beliau bilang pak nanti kalau itu dilakukan retak semua kaca bangunan disini. Padahal itu ada maknanya. Di Istana Negara juga itu dilakukan", kata Edy Rahmayadi saat menggelar rapat koordinasi sinergi pembangunan infrastruktur terintegrasi Medan-Deli Seedang-Binjai di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (20/9/2021).

Dalam rapat yang dihadiri Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan dan perwakilan Wali Kota Binjai tersebut, Edy memaparkan konsep pembangunan infrastruktur terintegrasi yang telah digagasnya. Roadmap pembangunan infrastruktur yang dimulai dari titik 0 Kota Mesan yakni Lapangan Merdeka menurutnya harus didukung serentak oleh Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang dan Pemko Binjai.

"Kita sama-sama mulai ini, masing-masing mulai dari daerahnya nanti jumpa di tengah. Artinya masing-masing memulai tapi sesuai dengan titik yang sesuai dengan road map," ujarnya.

Edy menekankan, pembangunan infrastruktur terintegrasi ini menjadi prioritas mengingat hal ini menyangkut kepentingan masyarakat pada tiga daerah ini.

"Di Jakarta sana Wali Kota diperintah gubernur. Tapi disini tidak begitu, makanya ini harus kita kerjakan bersama-sama," pungkasnya.

Salah satu infrastruktur yang dibahas dalam rapat ini yakni pembangunan tol dalam kota dan jalur transportasi terintegrasi pada kawasan Mebidang termasuk pembangunan jembatan-jembatan penghubung.