Edy Rahmayadi: Limbah Merkuri Picu Bayi Lahir Cacat Di Madina

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat hingga saat ini terdapat 12 kasus kelahiran bayi cacat akibat limbah merkuri dari tambang emas di Mandailing Natal.





Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan limbah tersebut berasal dari pertambangan emas ilegal yang banyak ditemukan disana.





"Sudah 12 orang anak yang begitu (cacat). Itu karena ada perusahaan-perusahaan yang ilegal menambang emas," katanya kepada wartawan, Selasa (18/11).





Limbah merkuri dari kegiatan penambangan ilegal ini kata Edy langsung mengalir ke sungai dan bersentuhan langsungn dengan masyarakat. Sebagian dari ibu bayi yang lahir cacat tersebut bahkan tercatat pernah bekerja pada pertambangan-pertambangan ilegal tersebut. Mereka kemudian melahirkan bayi dengna kondisi yang tidak sempurna.





Kasus-kasus seperti ini menurut Edy harus segera ditangani secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat.





"Saya perintahkan untuk berhenti. Tambang emas ilegal. Ini harus kita rapikan, harus dengan segera, sehingga rakyat terselamatkan. Saya sudah kumpulkan Forkompimda agar itu harus segera berhenti," ujarnya.





Edy menyayangkan tidak responsnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengenai masalah tersebut selama ini. Akibatnya, sekarang sudah
menyebabkan masalah.





"Kalau merespon harusnya sudah tau dari waktu lalu. Kita dari Medan terlalu jauh kesana," pungkasnya.[R]


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat hingga saat ini terdapat 12 kasus kelahiran bayi cacat akibat limbah merkuri dari tambang emas di Mandailing Natal.





Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan limbah tersebut berasal dari pertambangan emas ilegal yang banyak ditemukan disana.





"Sudah 12 orang anak yang begitu (cacat). Itu karena ada perusahaan-perusahaan yang ilegal menambang emas," katanya kepada wartawan, Selasa (18/11).





Limbah merkuri dari kegiatan penambangan ilegal ini kata Edy langsung mengalir ke sungai dan bersentuhan langsungn dengan masyarakat. Sebagian dari ibu bayi yang lahir cacat tersebut bahkan tercatat pernah bekerja pada pertambangan-pertambangan ilegal tersebut. Mereka kemudian melahirkan bayi dengna kondisi yang tidak sempurna.





Kasus-kasus seperti ini menurut Edy harus segera ditangani secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat.





"Saya perintahkan untuk berhenti. Tambang emas ilegal. Ini harus kita rapikan, harus dengan segera, sehingga rakyat terselamatkan. Saya sudah kumpulkan Forkompimda agar itu harus segera berhenti," ujarnya.





Edy menyayangkan tidak responsnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengenai masalah tersebut selama ini. Akibatnya, sekarang sudah
menyebabkan masalah.





"Kalau merespon harusnya sudah tau dari waktu lalu. Kita dari Medan terlalu jauh kesana," pungkasnya.