Edy Rahmayadi Ajak Veteran Pejuang Kemerdekaan Tetap Berkontribusi untuk Sumatera Utara

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyalami veteran pejuang kemerdekaan di Medan/Ist
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyalami veteran pejuang kemerdekaan di Medan/Ist

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak para pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia  untuk tetap berperan dalam mengisi kemerdekaan.


Antara lain, berkontribusi dalam pembangunan, guna mewujudkan cita-cita para pendahulu bangsa ini.

Demikian disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat beramah-tamah dan silaturahmi dengan para Pejuang Kemerdekaan RI, janda veteran dan Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) sekaligus Peringatan Hari Veteran RI Tingkat Provinsi Sumut ke-73 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (12/8).

Dijelaskannya, saat ini cobaan yang datang tidak saja dari luar, tetapi juga dari dalam negara sendiri. “Kalau dulu jelas mengangkat senjata untuk memerangi musuh, tetapi saat ini kita berperang dengan musuh yang tidak membawa persenjataan, tetapi mereka menggunakan cara-cara lain untuk merusak rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk menghargai perjuangan para veteran dalam menggelorakan semangat perjuangan nasionalisme dan patriotisme. “Ini merupakan wujud penghargaan kita kepada veteran pejuang maupun janda veteran yang dulu telah berjuang, mempertahankan kemerdekaan, tugas kita sekarang adalah melanjutkan kemerdekaan dengan pembangunan,” katanya

Dalam acara tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal lubis juga memberikan santunan tali asih kepada para veteran dan Keluarga Pejuang Republik Indonesia. Di antaranya, keluarga Sali Amin, Jamin Ginting, Rusli Lubis, Kiras Bangun, Daya Siregar, M Hasan, Sisingamangaraja dan  Amir Hamzah.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumut  Kolonel (Purn) Mardjono mengatakan, peringatan ini merupakan hari bersejarah, dimana lahirnya veteran RI yang diawali dengan dihentikannya permusuhan Indonesia dengan Belanda. Tetapi perjuangan Bangsa Indonesia belum selesai dan masih  terus berjalan.

Disampaikannya juga, saat ini berbagai ideologi yang berseberangan dengan Pancasila marak berkembang di masyarakat, untuk itu perlu kewaspadaan. Karena hal ini dapat menimbulkan perpecahan dan menggangu kedaulatan negara. ”Sekarang ancaman potensial bagi generasi penerus adalah terorisme, radikalisme dan intoleransi, ini hati-hati karena bisa membesar menggangu kedaulatan bangsa kita,” katanya.

Ketua Umum Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumut Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Sumut yang tetap menjalin silaturahmi dengan pejuang, anak pejuang dan mantan pejuang asal Sumut yang tinggal anak cucunya.

“DHD 45 pastinya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena Peringatan Hari Veteran kembali mengenang Proklamasi Kemerdekaaan Indonesia, serta meneladani apa yang telah diwariskan oleh pendahulu kita sehingga kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik,” katanya.

Hasyim juga berharap sebagai generasi muda  untuk menjaga dan memelihara simbol simbol kemerdekaan yang ada di Sumut, agar diketahui generasi kedepannya. “Kita tahu simbol-simbol perjuangan kemerdekaan di Sumut itu cukup banyak, seperti Lapangan Merdeka Medan, Tugu Persimpangan Pusat Pasar, sehingga kita yang berada di ruangan ini bertanggung jawab untuk menjaga  dan memeliharanya agar simbol-simbol kemerdekaan yang ada di Sumut bisa dipelihara dan dipertahankan,” harapnya.

Selain itu, untuk mengenang jasa para pahlawan asal Sumut Hasyim juga berharap pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumut untuk bisa mengabadikan nama pahlawan menjadi nama jalan, serta nama gedung-gedung pertemuan pemerintah yang ada di Kabupaten/Kota. Karena dari 13 nama pahlawan asal Sumut, belum semuanya diabadikan.