DPD ASPPHAMI Sumut Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas 

Pengurus DPD ASPPHAMI Sumut/RMOLSumut
Pengurus DPD ASPPHAMI Sumut/RMOLSumut

Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan Pembasmi Hama Indonesia (ASPPHAMI).


Rakernas ini akan digelar pada 8-10 Februari 2022 di Hotel KHAS, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ketua DPD ASPPHAMI Sumut, Wesley Sianipar mengatakan pihaknya sudah siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rakernas yang akan membahas berbagai program dan kebijakan strategis organisasi berkaitan yang diselaraskan dengan kebijakan pemerintah.

"DPD ASPPHAMI Sumut siap menjadi Organizing Committee (OC) penyelenggaraan even nasional tersebut," katanya Wesley Sianipar didampingin Wakil Ketua Wilson Daulay, Sekretaris Andi Hidayat, Bendahara Nelly Panjaitan dan beberapa pengurus lainnya.

Wesley menjelaskan, Rakernas ini akan dihadiri unsur pengurus dari DPP ASPPHAMI. Rakernas ini akan menjadi membahas isu penting terkait kebijakan dari organisasi mereka selaku perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengendalian hama dan hewan pembawa penyakit.

"Salah satu yang kita bahas itu terkait dengan regulasi di Permenkes 14 tahun 2021 mengenai standar kegiatan usaha dan produk pada penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko sektor kesehatan. ASPPHAMI tentu akan menyesuaikan program kerja dengan kebijakan dari pemerintah tersebut," ujarnya.

Diketahui pemerintah melalui Permenkes 14 Tahun 2021 mengatur dengan sangat ketat mengenai standar baku mutu kesehatan lingkungan. Dalam kententuan ini diatur mulai dari spesifikasi teknis atau nilai yang dibakukan pada media vektor dan binatang pembawa penyakit yang berhubungan atau berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Tidak hanya itu, dalam peraturan tersebut juga diatur mulai dari persyaratan kesehatan yakni kriteria dan ketentuan teknis kesehatan pada media vektor dan binatang pembawa penyakit. 

Kemudian pengendalian yakni upaya untuk mengurangi atau melenyapkan faktor resiko penyakit dan atau gangguan kesehatan. Hingga, manajemen resistensi atau siklus hidup, morfologi, anatomi, perilaku, kepadatan, habitat perkembangbiakan, serta musuh alami vektor dan binatang pembawa penyakit.