Dominasi Momota Bikin Tunggal Putra Membosankan, Media China Kenang Kehebatan "The Big Four Kings"

Para legenda bulu tangkis tunggal putra/Net
Para legenda bulu tangkis tunggal putra/Net

Dominasi pebulutangkis Jepang Kento Momota pada tunggal putra ternyata membuat atmosfer persaingan di sektor ini dinilai membosankan. Sebab, hingga saat ini dominasinya belum mampu ditandingi oleh para pebulutangkis tunggal putra dunia lainnya.


Ini juga membuat media China kembali mengenang kehebatan para pebulutangkis tunggal putra yang mereka sebut dengan era "Big Four Kings". Para pemain tunggal putra yang mereka maksudkan adalah Peter Gade dari Denmark, Taufik Hidayat dari Indonesia, Lin Dan dari China dan Lee Chong Wei dari Malaysia.

Peter Gade yang memulai era kejayaannya lebih dulu, kemudian diikuti oleh Taufik Hidayat dan kemudian dua pemain lainnya yang mendominasi selama lebih dari satu dekade yakni Lin Dan dan Lee Chong Wei.

Keempat pemain itu selalu menampilkan pertandingan yang super seru setiap kali mereka saling berhadapan satu sama lain. Tak jarang, pertandingan keempatnya menjadi pertandingan yang paling dinanti para pecinta bulutangkis dunia.

Bahkan meskipun Peter Gade dan Taufik Hidayat sudah resmi menyatakan pengunduran diri mereka dunia bulutangkis, dua member yang tersisa yaitu Lin Dan dan Lee Chong Wei masih mampu mendominasi sektor tunggal putra.

Tetapi usai memang tidak bisa membohongi segalanya. Keputusan Lee Chong Wei mundur pada Juni 2019 lalu karena penyakit kanker hidung yang dideritanya dan Lin Dan yang mulai kehilangan tajinya mau tak mau membuat era Big Four Kings mulai memudar.

Apalagi selang setahun pengunduran diri Lee Chong Wei, Lin Dan akhirnya resmi menyatakan pensiun dari dunia bulutangkis pada 4 Juli 2020 lalu. Dengan resmi mundurnya seluruh member Big Four Kings dari bulutangkis maka berakhirlah sudah semuanya.

Dengan berakhirnya era pemain-pemain hebat seperti Peter Gade, Taufik Hidayat, Lee Chong Wei dan Lin Dan, media China, Sports Sina menyebut kalau pemain-pemain tunggal putra saat ini belum tentu bisa menciptakan persaingan seperti Big Four Kings.