Diminta Damaikan Aceh Sepakat, Jusuf Kalla: Ada Pak Gubernur

Jusuf Kalla bersama Rahmat Shah dan Edy Rahmayadi/RMOLSumut
Jusuf Kalla bersama Rahmat Shah dan Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Campur tangan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang juga mantan Wakil Presiden (Wapres) RI ke 10 dan 12 dalam menyelesaikan konflik Aceh diyakini masih ampuh untuk menyelesaikan berbagai perselisihan yang terjadi pada organisasi Aceh Sepakat.


Hal ini disampaikan oleh Ketua PMI Sumatera Utara Rahmat Shah saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus PMI Sumut yang dihadiri Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, Senin (25/10/2021).

JK selama ini dikenal luas sebagai tokoh kunci penyelesaian konflik antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2005 silam, saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden. 

JK pun menanggapi permintaan itu. Menurut Kalla, Sumut punya Edy Rahmayadi yang punya kemampuan untuk itu. 

"Perselisihan ini ini ada Pak Gubernur untuk mengatasi konflik," katanya. 

Edy Rahmayadi sendiri adalah pria kelahiran Sabang, Aceh. Ayahnya seorang Melayu Deli yang bertugas sebagai anggota TNI AU. Selain menyarankan Edy menjadi penengah, Kalla juga memberi saran tambahan. 

"Atau teman-teman senior Aceh datang untuk menyelesaikan," katanya. 

Konflik Aceh Sepakat kini masih bergulir. 5 April lalu, Gubenur Edy Rahmayadi melantik Mukhtar sebagai Ketua Umum DPP Aceh Sepakat di Medan. Pelantikan Mukhtar ini membuat berang kubu Muhammad Husni. Mereka menganggap musyawarah besar yang memilih Mukhtar tak memiliki payung hukum. Mereka kemudian menggugat kepengurusan ini ke pengadilan.