Diklat Menwa UNS Berujung Maut, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak saat menyampaikan keterangan pers kasus tewasnya mahasiswa UNS saat mengikuti Diklatsar Menwa/Ist
Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak saat menyampaikan keterangan pers kasus tewasnya mahasiswa UNS saat mengikuti Diklatsar Menwa/Ist

Pihak kepolisian menetapkan status tersangka terhadap dua orang panitia Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta atas meninggalnya seorang mahasiswa bernama Gilang Endi Saputra (21).


Keduanya yakni berinisial NFM (22) dan FPJ (22) yang diduga melakukan tindakan kekerasan yang berujung meninggalnya Gilang.

Petugas Polresta Surakarta menjemput paksa menjemput paksa kedua tersangka di wilayah Jebres, Surakarta, Jumat (5/11) pukul 14.10 WIB.

“Apakah akan dilanjutkan dengan penahanan,  menunggu perkembangan setelah kedua tersangka menjalani pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka," kata Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Jumat (5/11).

Ade Safri memastikan, penyebab kematian korban adalah akibat kekerasan berupa pemukulan dengan tangan kosong maupun menggunakan benda tumpul. Adapun lokasi penganiayaan dilakukan dalam waktu dan tempat yang berbeda. Kedua tersangka yang merupakan panitia pelaksana Diklatsar Menwa, lanjut Kombes Ade Safri, diduga telah melakukan pembinaan secara berlebihan.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro menambahkan, penetapan kedua tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup yakni keterangan saksi, surat maupun keterangan ahli.

Atas penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, NFM dan FPJ disangkakan melanggar pasal 351 ayat (3)  KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP atau Pasal 359 Jo Pasal  55 ayat (1) ke (1) KUHP. Adapun  ancaman pidana yang dikenakan maksimal 7 (tujuh) tahun penjara.

            

Sementara itu Rektor UNS, Prof Dr Jamal Wiwoho yang mengikuti jumpa pers itu menegaskan mendukung Polresta Surakarta dalam mengusut kasus ini. Dirinya lebih lanjut mengucapkan permintaan maaf pada keluarga korban atas meninggalnya Gilang. Prof Jamal juga menyatakan UNS akan melakukan pendampingan hukum terhadap dua orang mahasiswanya yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Tim pendampingan hukum sudah dibentuk dengan tujuh anggota," jelas Prof Jamal.